My Blog List

Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

KEHIDUPAN : JALAN YANG BERCABANG

Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap orang di dalam kehidupannya harus memilih dan memutuskan akan seperti apa kehidupannya nanti. Karena tidak memilih pun itu merupakan sebuah keputusan. Di dalam perjalanan hidup akan muncul berbagai pilihan dan juga berbagai kemungkinan, oleh karena itu ada yang menyebutkan bahwa hidup itu tidak bisa diprediksikan secara tepat. Seperti teori 50% kemungkinan munculnya muka koin yang dilemparkan. Apa itu berarti kita tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Secara statistik teori di atas benar. Tetapi kita tidak bisa menentukan masa depan.

Bayangkanlah saat ini Anda sedang berada di dalam sebuah perjalanan di hutan. Saat Anda sedang menikmati perjalanan Anda di hutan tersebut, dihadapan Anda terlihat dua cabang jalan. Jalan ke kanan nampaknya jalan yang sudah sering dilalui banyak orang karena terlihat dari rumput-rumput yang sudah banyak yang terinjak dan terpotong oleh orang-orang yang melaluinya. Sedangkan jalan ke kiri rumput-rumputnya tinggi-tinggi sehingga jalan setapaknya pun hampir tertutup semua karena jarang ada orang yang melewati jalan tersebut. Disinilah Anda dituntut untuk memilih dan memutuskan jalan mana yang akan Anda lalui, setiap jalan yang akan Anda lewati ini akan dihadapkan pada berbagai kondisi dan situasi. Rintangan dan tantangannya pun berbeda, dan tentunya pemandangan, situasi dan kondisi perjalanannya pun akan berbeda. Berbagai kemungkinan akan muncul, mungkin di salah satu jalan itu Anda akan dihadapkan pada hewan-hewan liar dan buas yang akan mengancam kehidupan Anda, mungkin juga Anda akan melihat pemandangan yang luar biasa indah dan jarang ada orang yang bisa melihatnya, mungkin juga Anda akan menemukan harta karun disana dan berbagai kemungkinan lainnya. Begitu pula dengan kehidupan yang banyak dengan pilihan-pilihan yang harus dengan segera Anda putuskan yang manakah yang akan Anda pilih. Apakah Anda akan memilih jalan yang sama dan sudah dilalui banyak orang? Ataukah Anda akan memilih jalan yang jarang dilalui orang dan penuh misteri beserta konsekuensi yang akan Anda hadapi? Manakah yang akan Anda putuskan dan fokuskan?
Setiap orang memilih satu dari dua cabang jalan dalam hidupnya – tua atau muda, kaya atau miskin, pria atau wanita sama saja. Sebagaimana dijelaskan dalam buku the 8th habit, yang ditulis oleh Stephen R Covey, salah satu cabang adalah jalan yang lapang dan banyak dilalui banyak orang, yaitu ke arah mediokritas, suatu keadaan serba tanggung, setengah-setengah, atau malah memble. Jalan satunya lagi menuju ke arah keagungan, kebesaran, atau kehebatan dan pemenuhan makna. Wilayah cakupan dari kemungkinan yang ada dalam setiap tujuan di ujung masing-masing jalan itu sama luasnya dengan perbedaan anugerah atau bakat alamiah dan kepribadian dalam keluarga manusia, tetapi perbedaan antara kedua tujuan tersebut seperti malam dan siang.
Jalan mediokritas mengekang potensi manusiawi. Jalan ke arah keagungan membebaskan dan mewujudkan potensi manusiawi. Jalan ke mediokritas adalah pendekatan kehidupan yang menggunakan prinsip-prinsip jalan pintas, serba cepat; sedangkan ke keagungan adalah suatu proses pertumbuhan bertahap dari dalam ke luar. Para penjelajah yang mengarah ke mediokritas akan hidup dengan menuruti keakuannya yang dibentuk oleh tradisi budaya, menuruti kecenderungan atau selera rendahnya, hidup dengan mentalitas kelangkaan, membanding-bandingkan, hidup dengan semangat persaingan dan merasa diri sebagai korban (victimism). Sementara itu, para penjelajah yang mengarah ke keagungan, bangkit tegak di atas berbagai pengaruh budaya yang negatif, dan memilih untuk menjadi kekuatan kreatif bagi kehidupan. Satu kata bisa menyatakan jalan ke keagungan itu, yaitu SUARA (PANGGILAN JIWA). Mereka yang berada di jalan ini menemukan suara mereka, dan mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka. Orang lain tidak pernah melakukannya.

                                                      TEMUKAN SUARA ANDA

Di hutan, terhampar di hadapanku dua cabang jalan.
Aku mengambil jalan yang jarang dilalui orang.
Dan itulah yang membuat segala perbedaan.
      ROBERT FROST

       J.A.Y President

Friday, December 24, 2010

LIFE : MENJADI SEORANG ANAK YANG ISTIMEWA SEBELUM MENJADI SESEORANG YANG ISTIMEWA~

Yahoo~ Apa kabar para pembaca yang di-istimewa-kan Tuhan? Semoga baik-baik sajo yaw, walaupun beberapa hari ini hujan kembali turun padahal sebelum-sebelumnya cerah. Artikel-artikel di blog ini dikhususkan bagi para pembaca yang istimewa yang menemukan web atau link blog saya ini tentunya.. Hehehe… Semoga bermanfaat karena Jay akan membahas mengenai hal yang istimewa. >.< Chekira~
          Kata istimewa hanya ditujukan kepada sesuatu hal yang khusus, terutama, lain dari yang lain dan juga luar biasa. Tetapi kenyataannya kebanyakan orang lebih suka dan nyaman dengan sesuatu hal yang bersifat sama, umum, dan biasa-biasa saja dalam kehidupannya. Oleh karena itulah kualitas kehidupannya pun biasa-biasa saja, umum dan tentunya tidak ada yang istimewa karena keistimewaan hadir dari ketidaksamaan ataupun ke-tidakumum-an. Logikanya, keistimewaan dan kualitas juara 1 berbeda dengan kualitas juara 2 dan 3, apalagi yang tidak mendapatkan gelar juara sekalipun. Karena sang juara 1 tentunya memiliki  popularitas dan juga hadiah yang lebih besar dibandingkan juara-juara yang dibawahnya, karena sang juara 1 adalah istimewa.
          Tetapi kenapa kebanyakan orang memilih kehidupan yang umum dan biasa-biasa saja? Bahkan ada pun yang menolak keistimewaan yang diberikan, dengan alasan tidak mau dibeda-bedakan dengan yang lainnya!? Apa pula yang mengejar-ngejar keistimewaan dengan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas hidupnya, entah itu menjadi sang juara, mendapatkan kedudukan dan jabatan tinggi dan lain sebagainya.  Ada pun yang berpikiran bahwa keistimewaan itu adalah kekayaan, popularitas, kedudukan dan jabatan yang tinggi.
          Hmm.. Kita bisa mulai bertanya kepada diri kita sendiri dan merenungkannya, apakah diri ini sudah istimewa bagi diri kita sendiri, bagi orang tua kita, keluarga kita, teman-teman kita, kehidupan kita maupun orang lain?! Seberapa istimewakah kita? Apakah yang membuat diri kita istimewa? Ingat istimewa hanya ditujukan kepada mereka yang khusus, lain dari yang lain dan luar biasa. Jika kita masih berpikiran dan merasa semuanya sama/umum tentunya itu bukanlah keistimewaan. Jadi, pikiran, rasakan dan renungkanlah segala kekurangan dan kelebihan dari diri kita, lalu  tanyakan pada diri,”Apa yang membuat diri menjadi istimewa? Bagaimana caranya agar diri ini menjadi istimewa?”Dan kesampingkan mengenai istrimewah!? Nyehehe~

          Mungkin kita pernah menonton, melihat atau pun membayangkan tentang kehidupan didalam sebuah kerajaan. Lihatlah kehidupan Sang Raja, Ratu, Pangeran atau pun Sang Putri Raja. Pernah terlintas dalam pikiran kita,”Enak yah kalau jadi Raja, semua kebutuhan hidupnya sudah dipersiapkan dan disediakan juga dilayani keperluannya. Tinggal tunjuk mau ini, mau itu, langsung ada dan dinikmati.” Kenapa bisa begitu? Yaah~ tentunya karena mereka istimewa. Dan lihat pula ketika Sang Raja keluar dari istananya hendak mencari udara segar atau berjalan-jalan, Sang Raja ini dikawal dengan ketat oleh banyak prajurit dan ketika sampai di pusat kota, rakyat-rakyatnya menunduk atau bahkan bersujud untuk menghormati kedatangan Sang Raja. Kenapa bisa begitchu? Yaah~ karena Raja itu istimewa bagi negeri dan rakyat-rakyatnya. Nah, sudah jelaslah kalau yang istimewa itu berbeda dari yang lainnya dan bersifat khusus.
          Hal diatas merupakan sebuah anekdot agar bisa menjelaskan mengenai keistimewaan. Tetapi, istimewa itu tidak hanya ditujukan kepada sesuatu yang bersifat wah/royal, berkedudukan dan memiliki jabatan tinggi loh!? Ingatlah kembali para pembaca blog-ku yang budiman ^^. Tuhan telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya dan telah diberikan potensi-potensi yang luar biasa, seperti ruh, jiwa dan jasmani agar kita bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan baik. Namun, untuk dapat mengembangkan dan membangkitkan potensi kita secara maksimal, kita harus belajar, bereksplorasi, berusaha mencari bakat yang sesuai dengan diri kita yang bisa membuat diri menjadi istimewa. Oleh karena itulah Tuhan memberikan ujian-ujian hidup kepada kita agar kita bisa berkembang dan menjadi istimewa dihadapan-Nya. Ujian-ujian tersebut bisa berupa bencana, kesengsaraan, penderitaan, kesenangan, kekayaan dan lain sebagainya.
          Mungkin sebagian dari kita sedang merasa sakit, menderita, sengsara atas segala cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada kita. Mungkin kita pun bertanya-tanya mengenai keadilan, kebenaran dan keberadaan Tuhan?! Mengapa hal seperti ini yang ditimpakan? Begitu pun dengan apa yang sedang Jay alami sendiri saat ini, mengapa kehidupan Jay tidak sama dengan yang lainnya, kenapa kehidupan Jay selalu berliku-liku untuk mencapai impian dan cita-cita? Kapankah Tuhan akan memberikan kenikmatan, kebahagiaan yang Jay inginkan? Jay selalu berusaha memotivasi diri untuk bertahan hidup dengan cara menulis di blog, menolong orang, membaca, kesana-kemari mencari petunjuk, ide dan inspirasi agar bisa mencapai semua impian. Tetapi sudah sekian lama berusaha tetap saja belum mendapatkan hasil yang diinginkan, yang ada malah masalah-masalah baru yang muncul yang harus dipecahkan. Namun, mungkin dengan cara itulah Tuhan sedang menimbang dan menghitung kapasitas keistimewaan Jay dan terus memberikan kesempatan untuk menambah kapasitas dan kualitas Jay. Walaupun sedang dalam keterpurukan dan keputus-asa-an semoga Jay bisa bertahan sampai waktunya nanti dan semoga para pembaca sekalian pun diberi kemudahan, kekuatan, dan kesabaran atas ujian dan cobaan yang sedang dialami. Amin~

          Beberapa hari yang lalu merupakan Hari Ibu, mungkin para pembaca pun sudah melakukan banyak hal untuk merayakan Hari Ibu, entah itu dengan memberikan hadiah, bunga, puisi, lagu dan lain sebagainya sebagai ucapan terima kasih kepada Ibu yang tercinta yang telah banyak mengorbankan kehidupannya untuk melahirkan, merawat, menjaga, mendidik dan lain sebagainya saking banyak pengorbanannya yang bahkan hadiah-hadiah yang kita berikan tidak bisa membalas segala pengorbanan Ibu kita yang Tercinta itu. Sekalian cerita mengenai Hari Ibu kemarin, dipagi hari sekitar jam 6-an saya dan adik saya yang perempuan pergi ke pasar untuk membeli kue buat mamah, setelah dari pasar sambil sembunyi-sembunyi nyimpen kue biar ga ketauan (maw buat kejutan ceritanya), nah pas mamah keluar dari rumah untuk beli sesuatu di warung, kami pun mempersiapkan kue tersebut beserta lilinnya (kayak ulang taun aja!?), terus mamah pun datang lalu membuka pintu, dan nampaknya cukup terkejut melihat kue yang sudah tersedia di atas meja disinari cahaya lilin yang memberikan kesan romantis dan menambah keharuan di hari itu. Sebelumnya, saya sudah menyiapkan air hangat didalam baskom yang tidak terlalu besar, tidak pula terlalu kecil. Setelah meniup lilin tersebut, aku pun segera membawa baskom berisikan air hangat tersebut beserta kain tipis didalamnya, lalu kucoba memasukkan kedua kaki mamah kedalam baskom tersebut, ku-usap, kubersihkan kaki mamah dengan lembut, lalu kucium telapak kaki mamah lalu memeluknya sambil berkata,”maaf” karena telah banyak mengecewakan mamah, merepotkan dan masih belum bisa membahagiakan mamah. Apa yang Jay lakukan ini dikarenakan ingat bahwa surga itu ada ditelapak kaki Ibu dan sebagaimana Rasulullah SAW., bersabda bahwa orang yang harus disayangi didunia ini adalah Ibumu, Ibumu, Ibumu lalu Ayahmu (kurang lebih begitulah). Oleh karena itu di hari Ibu merupakan kesempatan dan momen yang tepat untukku dengan merendahkan diri dan hatiku, mengesampingkan rasa gengsi dan malu untuk mencium kaki Ibu-ku.
Apa pun yang kita lakukan, menjadi apa pun kita, apa pun kelebihan dan kekurangan kita, bagi seorang Ibu yang mulia kita adalah anak yang istimewa, anugerah dari Tuhan yang terindah, belahan jiwa dan buah hatinya. >.<
          Mungkin saat ini diantara kita terutama Jay belum bisa menjadi seseorang yang istimewa bagi siapa pun. Namun, walaupun begitu masih ada seseorang yang menganggap diri kita terutama Jay (lagi!) adalah istimewa didalam kehidupannya yaitu Ibu kita sendiri. Teruslah berusaha, bersabar dan berkembang untuk menjadi diri yang istimewa. Keistimewaan tidak harus selalu dihadapan atau dimata orang lain, namun seseorang yang paling istimewa adalah yang diistimewakan Tuhan-nya, Diri-nya dan juga Ibu-nya. Selamat Hari Ibu..~ semoga bermanfaat.. Ja~
         
J.A.Y The Red Hat

Artikel Lainnya:

Monday, November 22, 2010

NASIB YAA NASIB, Ayoo~ datanglah kemari Nasib Baik..


Lalalalala~ di usia ku kini, yang sudah memasuki masa dewasa tetapi masih belum mandiri rasanya kurang nyaman juga. Melihat teman-teman yang sudah bekerja punya penghasilan dari usahanya sendiri mendorong saya untuk berpikir agar memprioritaskan kemandirian dan ingin mengurangi beban orang tua dengan mencari pekerjaan juga usaha yang cocok untuk saya. Apalagi saya anak pertama yang secara umum biasanya menjadi tulang punggung keluarga kelak, usia orang tua pun bertambah dan kemampuan fisik untuk bekerja pun semakin berkurang seharusnya mereka sudah mulai menikmati hidup dengan tenang dan damai juga tidak terlalu terbebani untuk mengasuh dan membiayai kebutuhan-kebutuhan anak-anaknya. Perkuliahan yang dirasakan tidak efektif dan efisien juga membuat saya kurang bersemangat untuk mengikuti perkuliahan dan lebih banyak belajar sendiri, praktek sendiri di luar kampus karena bagaimana pun juga saya masih haus dan lapar akan ilmu pengetahuan juga membutuhkan wawasan agar dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Hidup merupakan sebuah pilihan, ada berbagai pilihan di setiap kehidupan kita dan kita harus memutuskannya, yang manakah yang baik untuk kita, masa depan kita, keluarga kita dan orang-orang yang dekat dengan kita. Dan yang terpenting adalah bahwa pilihan kita tidak merugikan orang lain. Dan nampaknya pilihan hidup saya berbeda dengan yang lainnya selain masih ingin menuntut ilmu tetapi saya ingin memenuhi kebutuhan diri juga untuk mandiri dan mengurangi beban orang tua, keputusan yang berat yang mengandung resiko, tetapi apa pun pilihan dan keputusan kita tentunya memiliki resiko tersendiri dan ada yang pro juga ada yang kontra dengan keputusan tersebut. Yaaa~ wajarlah manusia itu kan unik jadi setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai kehidupan. Yang penting kita punya komitmen, konsisten, mempunyai rencana dan tujuan atas apa yang kita pilih tersebut dan kita pun harus bertanggungjawab atas pilihan dan keputusan kita itu sendiri. Terkadang pernah terlintas dipikiran saya untuk mati, karena perjalanan hidup saya tidak terlalu lancar dan berliku-liku, merasa tidak berguna dan hanya membebani orang tua saja, putus asa Huwaaaa~ melancholis bangetlah!? Tetapi dengan mati pun nampaknya tidak akan bisa merubah apa pun toh masih banyak dosa yang saya lakukan juga masih kurangnya amalan-amalan shaleh untuk bekal di akhirat nanti, jadi di dunia susah di akhirat juga susah duooong!? Ckckck..
Harusnya saya bersyukur karena memiliki orang tua yang bijak, pengertian, demokratis dan penyabar yang jarang dimiliki anak-anak yang lainnya. Saya pun memiliki kebahagiaan tersendiri ketika latihan dan perform bersama Summer Sound juga Melody Style bersama mereka rasanya lenyap semua beban saya. Dan tidak seperti yang dulu-dulu kini saya mempunyai seorang sahabat yang ketika hanya melihat dan bertemu dengannya saja sudah menyejukkan hati saya, yaaah~ dengan segala kelebihan dan kekurangannya tapi itu pula yang menambah kekuatan dan semangatku untuk hidup.^^ Merekalah yang menjadi pilar-pilar yang menopang kehidupan saya. Terimakasih yaaah Summer Sound, Melody Style, Sahabatku, dan teman-teman yang sudah menolong, menginspirasikan dan mewarnai kehidupanku. Juga Anda yang sudah dan senang membaca artikel-artikel di blog saya ini, semoga bermanfaat buat Anda sekalian. ^^
























Yang menentukan nasib kita itu yaah~ diri kita sendiri, yang menjadikan diri kita bisa atau tidak bisa, mampu atau tidak mampu itu tergantung dari kehendak atau keinginan kita dalam menjalani sesuatu. Karena yang disebut dengan ‘nasib’ itu sebagaimana dikatakan oleh Mario Teguh (Salam Zupperr!?), bukanlah sebuah keadaan yang permanen. Karena tidak selamanya kita selalu meratapi nasib, tidak selamanya kita terus-menerus merasakan kesedihan, penderitaan, kesusahan dan lain sebagainya. Ingatlah, tidak ada hujan yang tidak berhenti. Tidak ada malam yang selalu gelap di mana tidak akan muncul fajar. Karena nasib itu berespon terhadap kualitas sikap dan tindakan-tindakan kita itu sendiri, jika kita mau berusaha, berani mencoba, melawan kemalasan atau kebiasaan menunda-nunda kita, tentunya tidak ada yang tidak mungkin nasib kita akan berubah menuju keberhasilan dan kebahagiaan. Huwaaah~ bisa-bisanya saya ngomong seperti ini padahal psikolog bukan (mahasiswa psikologi mah iyah), motivator bukan (memotivasi diri mah sering!), paranormal juga apalagi!?> < Seorang yang seperti saya (yang biasa-biasa tapi hendak menjadi luar biasa) saja bisa berpikir seperti itu apalagi Anda yang memiliki kemampuan, kedudukan dan potensi yang luar biasa Anda pasti bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi dan terus berkembang.
Hidup adalah sebuah pilihan, begitu pula mengenai nasib. Apakah kita memilih nasib baik, ataukah nasib buruk, semua itu bergantung pada pilihan kita. Dalam menentukan pilihan dan keputusan yang kita buat, tidak terlepas dari proses persepsi, thinking, memori, learning, motivasi yang akan menentukan sikap kita selanjutnya. Jika kita telah memutuskan bahwa nasib baik yang kita pilih, kita perlu membuktikannya (take action) melalui keberanian untuk bekerja keras agar keputusan itu sebuah keputusan yang baik; yaitu keputusan yang menjadikan kita bernasib baik. Jadilah seorang pribadi yang siap, yang sudah mengkonsepkan tujuan-tujuan kita dalam meraih impian-impian kita dan lihatlah ternyata nasib baik lebih berpihak kepada orang yang siap. Persiapkan diri kita, mental kita, rencana kita segera aplikasikan, buktikan, take action, hasilnya mah siapa yang tau yang penting kita sudah berusaha sebaik mungkin karena kesuksesan merupakan pencapaian (kayak iklan!). Semakin banyak usaha kita maka semakin terlihat jalan kesuksesan kita, semakin banyak aksi kita maka semakin bertambah pengalaman, pengetahuan, harapan dan wawasan kita agar bisa merencanakan strategi yang lebih matang dan lebih baik lagi dalam pencapaian kita meraih impian kita.
Rasa sakit, perih, kepedihan atau kita sebut saja dengan penderitaan selalu menghampiri dalam kehidupan kita dan menjadi masalah tersendiri dalam pahit-manisnya dunia yang fana ini. Mungkin saat ini pun Anda sedang merasakan sebuah penderitaan entah itu karena pekerjaan di kantor yang menumpuk dan belum terselesaikan, segudang tugas-tugas di sekolah atau pun di kampus dalam setiap mata pelajaran atau mata perkuliahan yang harus segera diselesaikan, mungkin juga dikarenakan adanya konflik dalam rumah tangga, teman atau kelompok tertentu yang membuat Anda merasa tidak aman dan tidak nyaman, bisa pula karena krisis finansial yang dikarenakan inflasi atau kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, banyaknya tuntutan-tuntutan serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan dan diselesaikan. Lalu muncullah gejala-gejala psikologis seperti stress, depresi, frustasi yang membuat Anda semakin menderita. Namun, apakah harus sebuah penderitaan menyebabkan terlahirnya penderitaan yang lebih besar lagi? Padahal, penderitaan bisa muncul dari sebuah kebahagiaan bila kebahagiaan itu ditelantarkan!? Iyaah, karena kita terlalu fokus dalam menganalisis masalah, memikirkan semua masalah-masalah kita, terjebak di dalam rutinitas yang membuat kita semakin terpuruk karena rasa jenuh dan bosan yang menghantam kehidupan kita. Sedangkan solusi untuk memecahkan masalah-masalah ini terabaikan, kebahagiaan yang seharusnya kita jemput dan kita terima tersisihkan karena kita tersesat dan terjebak di dalam labirin kehidupan yang membangunkan dinding-dinding yang menutupi jalan keluar yaitu kebahagiaan itu sendiri, semakin kita terjerembab dalam masalah semakin banyak dan semakin tinggi dinding-dinding itu menghimpit dan menutupi jalan kebahagiaan itu sendiri. Hidup adalah pilihan, begitu pula dengan penderitaan sebenarnya merupakan pilihan kita sendiri karena penderitaan adalah hasil dari pilihan sikap dan perilaku kita yang memberikan kesempatan datangnya penderitaan itu sendiri. Jadi, ubah sikap kita dan pola pikir kita karena keberhasilan yang paling manis adalah keberhasilan yang dicapai melalui kesulitan dan penderitaan. Perkembangan diri baik dari aspek kognitif/intelektual, kebijaksanaan, atau pun pengalaman akan muncul dan kita dapatkan ketika kita menjalani dan menikmati proses menuju kesuksesan tersebut. Bila semuanya mudah kita raih, maka keberhasilan tidak akan disebut keberhasilan - ia biasanya disebut “terang aja”. Apakah maknanya jika kekayaan, jabatan dan kedudukan tinggi tanpa adanya proses dan perjuangan yang tinggi?  Karena yang namanya harta, tahta, jabatan maupun kedudukan sifatnya hanyalah sementara semua itu bisa hilang dan lenyap seiring waktu berjalan, namun kekuatan, keberanian, kebijaksanaan, wawasan dan pengalaman akan selalu tetap ada juga bermakna dan bahkan akan terus berkembang jika kita mengikuti semua proses dari ujian dan perjuangan kita menjalani hidup menuju kesuksesan dan kebahagiaan itu sendiri.
Hmm~iseng-iseng nulis kayak ginian ternyata bisa menginspirasikan dan memotivasi saya. Dan semoga bisa memotivasi para pembaca juga. Kutipan terakhir dari Mario Teguh di bawah ini akan menjadi penutup artikel ini. Semoga bermanfaat > <

Penderitaan bukan lah hasil dari sebuah penderitaan.
Bila semuanya mudah, maka tidak ada hasil yang bisa disebut keberhasilan.
Sadari lah bahwa seruling yang melantunkan kemerduan suara surgawi itu - berasal dari buluh bambu yang disayat oleh pisau yang tajam dan dilubangi oleh batang besi yang membara.


Ryuuzaki J.A.Y

Monday, November 15, 2010

OUR FRIENDSHIP~

Hubungan antar manusia merupakan kebahagiaan dan kepedihan. Benarkah?! Tapi bisa kita lihat di sinetron-sinetron yang tayang di layar televisi Anda, biasanya iklan-iklan promo yang diperlihatkan rata-rata disaat nangis, terlihat sedih dan menderita, ada pun yang berekspresi marah dan lain sebagainya yang menunjukkan suatu kepedihan. Mungkin Anda pula yang pernah mengalami konflik dengan teman-teman atau saudara-saudara Anda entah itu disebabkan karena perbedaan pendapat atau karena rasa perhatian dan rasa sayang kepada orang-orang yang Anda sukai yang dekat dengan Anda sehingga Anda menjadi over protective dan membuat orang tersebut tidak nyaman dengan sikap Anda. Atau Anda pun pernah merasakan masa-masa indah ketika bersama sahabat dan juga kekasih Anda yang menunjukkan suatu kebahagiaan dalam kehidupan Anda. Kadangkala ada pula yang memiliki pemikiran:”Tidak mungkin berhubungan dengan orang tersebut tanpa bertengkar,” atau “Saya tidak tahu bagaimana harus berbicara dengan wanita ini!” Yaaahh~ setiap orang itu kan unik, mereka memiliki beraneka ragam cara dalam berhubungan dengan manusia yang lainnya.

            Namun ada pula orang yang senang menyendiri (salah satunya saya..> <). Tetapi ada hal-hal tertentu yang tidak begitu menyenangkan untuk dilakukan sendiri (tapi klo mw mati mah sendiri aja yah, jangan ngajak-ngajak!?=..=a). Apakah Anda pernah bermain kartu sendirian, main monopoli, menyelesaikan masalah sendirian,atau menonton film sendirian? Haa~ jadi ingat, dari dulu saya lebih sering nonton film sendirian, tapi klo nonton bareng biasanya klo di ajakin, kayak nonton bareng teman-teman di MMI, komunitas jepang dll, tapi jadi ingat pertama kalinya saya nonton berdua ama cewe di akhir bulan Juni 2010 yang lalu waktu itu nonton KNIGHT and DAY di salah satu studio theater di Bandung!?^^ LanjutGan! Merencanakan dan menikmati liburan pun membutuhkan kehadiran orang lain, yaitu orang-orang yang dekat dengan Anda.
            Kehidupan yang menyenangkan adalah kehidupan yang diisi dengan persahabatan. Apabila kita kehilangan pekerjaan, kehilangan uang atau mobil kesayangan, mungkin kita dapat bertahan dalam keadaan ini. Tetapi kehilangan teman dekat merupakan suatu hal yang lain.
            Kebahagiaan kita tergantung pada sikap kita, sikap terhadap diri sendiri, pekerjaan, usaha, sasaran, reaksi terhadap kegagalan, kekecewaan, kesenangan, kepedihan dan seluruh teka-teki kehidupan. Menurut Brehm&Kassin (1985) sikap merupakan reaksi yang positif atau negatif terhadap orang objek atau pandangan tertentu. Sikap mempengaruhi persepsi dan pemikiran kita terhadap isu, orang, obyek, atau kelompok dengan kuat. Dan juga sikap memainkan peranan untuk mengekpresikan nilai-nilai dan keyakinan kita (ekspresi diri dan identitas diri). Sikap juga memiliki fungsi harga diri (contoh, banyak orang semakin percaya diri manakala sikapnya benar).
 
            Ada sebuah variabel penting yang selalu sama dalam meraih kebahagiaan: ORANG LAIN. “Orang lain” adalah mereka yang bersama kita tertawa, terluka, berteriak, mengumpat, menangis, mencoba hal-hal baru, bermain, merencanakan sesuatu, berdebat ..., orang-orang yang kita cintai, percayai, salahkan dan kadangkala kita hindari.

            Setiap manusia adalah unik, mereka mempunyai karakteristik yang menjadi ciri khasnya masing-masing sehingga menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan yang lainnya. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa anak kembar pun memiliki perbedaan-perbedaan yang significant. Terkadang ada yang terlihat serupa tapi tak sama!? Gaya dan penampilan bisa sama, tapi pola pikir setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang mudah bergaul, cepat akrab tetapi ada juga orang yang mudah curiga, menutup diri dan merasa bahwa orang lain itu tidak dapat dipercaya. Salah satunya adalah seseorang yang sedang saya dekati, walaupun kami terlihat dekat dan juga saya selalu mencoba untuk membuka diri dan bahkan dia pun sudah mulai terbuka dan mau menerima kehadiran saya (dan nampaknya sudah mencoba untuk memberikan kepercayaan pada saya) tetapi, saya merasa masih ada dinding pembatas yang membuat saya cukup kesulitan untuk dapat lebih akrab dan bisa jauh lebih mengenalinya. Mungkin, itu dikarenakan pembentukan defense mechanism (pertahanan diri) yang cukup kuat, yang membuatnya selalu berhati-hati dan membuat jarak dalam berhubungan (entah disadari atau tidak!?Sama kayak sayah!!). Tapi saya bersyukur bisa menjadi salah satu orang yang dekat dengannya (karna sebenarnya banyak orang yang mengharapkan bisa dekat dengannya loh!?hehehe..> <), dan saya selalu berusaha akan selalu menjaga kepercayaannya, menyayangi dan melindunginya, yaah~ karena dia adalah sahabatku sendiri. Walaupun sekarang secara fisik dia sudah nampak lebih dewasa, tetapi secara psikis dia tuch masih bocah!? Jadi, masih banyak waktu buat dia untuk terus berkembang dan semakin dewasa juga bisa lebih peduli dan sensitive dengan lingkungan dan orang-orang yang berada didekatnya. Saya yakin jika secara kognitif (intelektual) juga hati nurani-nya berkembang, dia bakal seperti Angel (sigana mah!), bakal menjadi seseorang yang akan dikagumi oleh lebih banyak orang lagi. Hmm~Yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah memperhatikannya, menjaganya, dan melindunginya hingga saat itu tiba.^^

            Pelajaran pertama dalam persahabatan adalah BILA ANDA INGIN MEMBINA PERSAHABATAN, ANDA HARUS MENJADI SEORANG SAHABAT TERLEBIH DAHULU.


Ryuuzaki J.A.Y
Door Duisternis Tot Licht

Referensi  : 
-          Andrew Mathews: Making Friends, A Guide to Getting Along With People: PT. Grasindo., 2005

NEGERI KU OH NEGERI KU..KAPAN SEMBUH NYAAH!?

Hiyoow~ Wazzuuuppp~ Gimana nich kabarnya? Semoga berada dalam keadaan yang baik yaw.. Awal bulan ini lagi musim pada galaaauu dech kayaknya, karna lagi nge-trend ama putus cinta soalnya!? Hoyoo~ pada sabar yah yang sudah mengalami hal tersebut, mungkin orang itu memang bukan yang terbaik buatmu, tapi di depan sana pasti ada seseorang yang benar-benar bisa sehati denganmu. Tapi karna minggu kemaren saya udah ngebahas tentang cinta, jadi dikesempatan kali ini saya ngga akan terlalu membahas tentang cinta sepasang kekasih, Anda bisa liat di artikel sebelumnya kok. > <

Kali ini saya mau membahas mengenai kejadian-kejadian yang sering kita liat dilingkungan sekitar kita, terutama yang berhubungan dengan Ibu-ibu rumah tetangga eh rumah tangga maksudnya!? Nich yah, pagi-pagi saya sudah mendengar keluh-kesah si mamah, yang mengeluhkan harga-harga seperti bawang merah, telor, beras, minyak goreng dan lain sebagainya dipasaran sudah pada naik. Kebutuhan-kebutuhan pokok yang harganya duooong~ Astajim meningkatnya luar biasa!? Udah mah subsidi untuk rakyat kecil sudah mulai mengikis, bahkan udah ngga ada lagi yang bersubsidi!? Kasihan sekali rakyat-rakyat di negeri ini, beban-beban hidup mereka semakin bertambah. Plus, akhir bulan Oktober 2010 yang lalu, negeri ini menangis karena bencana yang melanda (Gunung Merapi dan Tsunami!?). Kira-kira sampai kapan yah segala ujian dan cobaan yang ditimpakan kepada rakyat-rakyat di negera kita ini selesai? Hiks.. T.T

Kita bisa lihat dilingkungan sekitar kita, di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor dan di mana pun itu. Saya selalu mencoba mengobservasi disetiap perjalanan, saya mencoba melihat raut wajah orang, ekspresi mereka ada yang mengerutkan dahi, ada yang berjalan sambil menunduk, ada yang terlihat bingung, sedih dan lain sebagainya, entah apa yang mereka pikirkan?! Dan terpikirkanlah oleh saya bahwa setiap orang mempunyai harapan, seorang pedagang yang mulai menjajakan barang dagangannya dari pagi hari, langkah demi langkah dalam perjalanan dari rumah meninggalkan anak dan istrinya sambil berharap barang dagangannya itu dapat laku terjual sehingga ketika ia pulang, ia bisa memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di rumah, walaupun hanya sesuap nasi. Seorang mahasiswa yang jauh-jauh merantau meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu, berharap agar di setiap hari-harinya ia mendapatkan sebuah pembelajaran yang efisien dan effektif untuk perkembangannya dalam meningkatkan potensi-potensi yang ia miliki, juga berharap sang pendidik bisa mendidik dengan tulus dan ikhlas serta menyenangkan sehingga proses perkuliahan pun berjalan dengan baik dan effektif. Peserta didik baik siswa maupun mahasiswa mengharapkan menemukan seorang pendidik yang berkompeten, berkualitas, disiplin, tulus juga bisa menjalankan amanahnya dengan baik sehingga menjadi seorang teladan yang baik bagi peserta didiknya. Kita semua memiliki sebuah harapan dalam kehidupan yang sedang kita jalani ini, ingin lulus UN dengan nilai yang tinggi, ingin masuk Universtitas yang terbaik dan diidam-idamkan, ingin mandiri, ingin naik jabatan, ingin jadi kaya aduh-aduh-aduh, ingin punya mercy aduh-aduh-aduh dan lain sebagainya agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Namun ada pula orang-orang yang sudah bekerja keras siang-malam, banting tulang dengan penuh usaha dan pengorbanan hanya agar bisa hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, dan pakaian yang layak pakai, itu saja. Tapi tetap saja usahanya itu  tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik karena kenaikan harga yang semakin melambung. Ada pun yang berpikir bahwa “lebih baik mati... mungkin kehidupan di alam sana lebih baik dari pada disini..?!” dikarenakan kemiskinan yang tetap melilit dalam kehidupannya. Padahal mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.


Di sudut lain kehidupan, lihatlah para pejabat-pejabat negeri ini. Punya mobil mewah, fasilitas alat komunikasi canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya mereka dapatkan. Namun bisa kita lihat di media-media informasi baik berita di televisi, radio, koran atau pun majalah bagaimana kinerja mereka, seberapa besar usaha mereka, sebanyak dan seberat apa keringat dan darah yang mereka keluarkan dibandingkan saudara-saudara kita yang mengalami kemiskinan?! Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini!! Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat. Ckckck...

Tapi tidak semua para pejabat seperti itu (mungkin), karena kita tidak tahu apa yang setiap orang lakukan, pikirkan dan rasakan, yang bisa kita lakukan hanyalah menerka/menebak saja. Tetapi sebagaimana teori kepribadian Allport bahwa manusia itu bersifat dinamis, artinya kepribadian dapat berubah-ubah (sebuah organisasi dinamis) di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Yaah~ kita do’akan saja, semoga para pemimpin kita terketuk dan terbuka pintu hatinya, dan di beri hidayah serta inayahnya, agar bisa menjadi pemimpin yang amanah, setia dan berdedikasi kepada rakyat sehingga dapat mensejahterahkan rakyat-rakyat di negeri ini. Amin


Ryuuzaki J.A.Y
Door Duisternis Tot Licht


Sumber : Anonymous
               Beraniegagal.com
               Muhaemien.blogspot.com

Monday, November 8, 2010

AWAS ADA BADAAAIII!? AH DA PASTI BERLALU!!?? Ckckck..

        Nampaknya postingan kali ini ada hubungannya dengan artikel tentang Mr.Problem yang pernah saya post sebelumnya. Yaitu bahwa setiap orang yang terlahir ke dunia ini tidak terlepas dengan masalah dan juga berbagai kesulitan yang menimpa kita. Namun, semua itu merupakan proses kehidupan kita agar kita bisa berkembang dan menjadi lebih baik serta agar dapat membangkitkan potensi-potensi yang kita miliki di dalam diri kita yang telah Tuhan berikan kepada kita. Kita semua di negeri ini sedang berduka karena banyaknya bencana yang menimpa dari tsunami mentawai hingga meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah. Belum lagi permasalahan-permasalahan pribadi yang sedang kita hadapi baik di dalam rumah tangga, pekerjaan, sekolah, kuliah dan lain sebagainya. Saya dan Anda pun saat ini sedang mengalami suatu cobaan dan musibah yang tak pelak membuat kita menjadi stress, depresi dan frustasi. Galaaauu~ yang membuat kita menjadi bingung harus berbuat apa, memilih dan mengambil keputusan yang manakah yang terbaik untuk kita?!

            Ketahuilah semua proses kehidupan, entah itu senang, susah, sedih dan gembira itu ada batasnya. Begitu pula dengan kesulitan yang kita hadapi tentu akan ada akhirnya. Hmm.. seperti yang sering dikatakan oleh banyak orang mengenai roda kehidupan, kadang ada di atas, kadang di tengah, dan kadang ada di bawah. Bagaimana cara kita memandang suatu masalah pun berbeda-beda (sebagaimana tertulis di Mr.Problem). Hmm~ Bersyukurlah bagi Anda yang mempunyai seseorang yang selalu ada untuk mensupport Anda, menghibur, membantu, atau pun mendengarkan masalah-masalah yang sedang Anda hadapi. Anda memiliki seseorang untuk berbagi, memberikan perhatian, memeluk ataupun mengusap-ngusap kepala Anda ketika Anda sedang sedih dan merasa putus asa. Mungkin saat ini telah terbayang di benak Anda siapakah orang tersebut yang memberikan simpati dan empatinya, yang selalu membuat Anda tersenyum itu. Bersyukurlah dan berbahagialah bagi Anda yang memiliki itu semua karena ada sebagian orang yang iri karena tidak memiliki atau hanya sedikit pernah merasakan hal tersebut yang salah satunya adalah penulis artikel ini sendiri yaitu yah saya ini. Hehehe...

            Tipe seorang yang pendiam, kalem, dan kaku ini yang 65% kehidupannya diisi dengan kesendirian, yang dilakukan dalam sendirinya itu salah satunya menulis berbagai artikel di dalam blog ini, lalu membaca, belajar, bermain musik, membuat lagu, berpikir, merenung ampe ketiduran, ngomong sendiri dan lain sebagainya. Sedangkan sisanya diisi dengan perkuliahan, latihan band, bermain (klo ada yang ngajak, klo ga ada mah ulin olangan we~), ke event-event jepang yang merupakan sebuah kesempatan untuk bersosial, merasakan kebersamaan, bercanda, tertawa dengan kawan-kawan yang lainnya. Di lain kesempatan sangat senang membantu atau menolong orang seperti nemenin teman membeli sesuatu, nemenin nonton, nganter-jemput orang, mendengarkan cerita atau pun keluh-kesah teman-teman, membantunya mencari solusi (biasanya klo di minta), memotivasinya atau hanya mendengarkannya saja, itu merupakan hal yang paling membahagiakan bagi saya karena ada orang yang mempercayai dan mau berbagi cerita tentang apa yang mereka alami, setidaknya saya merasa ternyata saya masih ada guna/berguna bagi orang lain.Nyehehe.. (malah curhat!?). 

Kita lanjutkan saja curhatnya (tanggung euy!), setiap masalah yang saya terima, hampir seluruhnya saya hadapi sendiri ada atau tanpa ada dukungan dari siapa pun (bahkan hampir tidak ada yang tau masalahku yang sebenarnya!?), sambil menghibur diri berpikiran bahwa saya terlahir ke dunia ini sendirian dan mati pun pasti sendiri, jadi wajar saja saya hidup sendiri dan mengerjakannya semuanya sendiri. Padahal saya mempunyai teman/kenalan yang banyak bahkan saya bangga dengan teman-teman saya yang memiliki pribadi/karakter yang unik, berprestasi dan luar biasa, saya pun beruntung mempunyai seorang Ibu yang luar biasa yang berpikiran terbuka, bijaksana yang juga berperan sebagai sahabat bagi anak-anaknya, juga seorang Ayah yang gigih dan penuh pengorbanan saat mencari nafkah. Namun, karena mungkin saya seorang yang introver yang selalu tertutup dan merasa tidak ingin merepotkan orang lain juga karena banyak berdiam diri di dalam kesendiriannyalah  yang membuat saya tidak terbuka dan kaku di hadapan orang lain. Tetapi saya sangat senang ketika ada seseorang yang mau menjadi sahabat saya, di tahun inilah pertama kalinya saya mempunyai seorang sahabat yang saya sukai, sayangi dan akan saya lindungi kapan pun dan dimana pun itu. Saya tidak tahu bagaimana caranya menjadi seorang sahabat yang baik, tapi saya selalu berusaha untuk membantu, menolong dan menghiburnya disaat dia sedang susah atau pun sedih. Dan selalu menawarkan diri untuk membantu dan menolongnya jika dia membutuhkan saya, walaupun mungkin dia mempunyai banyak pilihan untuk meminta bantuan ke yang lainnya yang tentunya lebih baik dari saya. Yaahh~ setidaknya saya ingin menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang menolongnya walopun bukan orang yang pertama ^.^. Begitu juga dengan blog ini,yang niatnya ingin berbagi dan siapa tau bermanfaat bagi para pembaca.>.<

            Udahan ah curhatnya.. Kembali kepembahasan, ketika menjalani kehidupan ini analogi serupa tapi tak sama adalah seperti kita sedang mengemudikan sebuah kapal yang akan mengarungi samudera nan luas. Ketika kapal sedang berlabuh di pinggir pantai suasana demikian indah, pantai berwarna biru berpasir putih yang elok, sinar matahari cerah yang hangat, hembusan angin semilir dan liukan pohon kelapa nan menawan, terlihat awan putih bearak-arakan di langit biru menambah keindahan bagi nahkoda dan penumpang kapal. Keindahan itu menjadi lengkap ketika burung camar bergerak ke sana-ke mari di atas pantai diiringi loncatan indah sepasang kumba-lumba yang sedang atraksi dipermukaan pantai.

            Keindahan pantai ini tak selamanya dapat dilihat bagaimanapun juga kapal akan terus bergerak untuk mengarungi samudera, perbekalan telah disiapkan dan ketika hari itu tiba kapal pun berangkat dari pantai tempatnya berlabuh menuju pulau impian. Perputaran bumi menjadikan senja yang datang menghampiri, matahari menjadi redup hanya awan di sekelilingnya berwarna oranye, sebuah paduan warna yang indah. Ketika hari telah menjadi gelap langit hitam dihiasi kilauan bintang yang bertaburan dan cahaya rembulan terhampar ke penjuru lautan. Suasana syahdu dan damai menyelimuti malam yang indah disertai deru angin laut yang lembut dan deburan ombak memecah keheningan menjadikan sebuah melodi alam yang serasi.
            Akan tetapi apakah sang kapal akan mengarungi samudera luas dengan hanya menikmati keindahannya saja? Tentu saja tidak, keindahan dan keramahan gelombang laut kadangkala dapat berubah sewaktu-waktu menjadi ganas dan dahsyat. Ketika angin disertai kilat dan hujan mendera, gelombang lautan meninggi dan menghantam apa saja yang menghadang didepannya. Kapal dibuat terombang-ambing di tengah badai yang menerpa, suasan jadi mencekam, langit hitam pekat,laut yang tenang bergejolak menimbulkan suara gelombang yang keras, kilatan halilintar dan pusaran angin terus menerpa kapal entah sampai kapan badai ini berhenti tak ada yang tahu namun satu yang pasti bahwa ia tak akan selamanya, badai pasti akan berlalu!

            Apakah sang kapal akan terus bertahan atau justru tenggelam bersama badai?Hanya nahkoda bersama awak kapal, penumpang dan Tuhan yang tahu. Pada detik-detik menentukan, usaha dari sang nahkoda dalam mengendalikan kapal dan kerjasama awak kapal sangat membantu dan hal yang terpenting adalah rasa berserah diri kepada Pengirim badai. Badai yang mengganas sampai pada puncaknya ketika gelombang besar akhirnya menghantam kapal,...
            Ketika badai mereda lautan tenang kembali, langit kembali cerah dengan bintang yang berkelap-kelip dan cahaya rembulan menyinari penjuru lautan seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu. Begitulah kehidupan, ketenangan dan kedamaian dapat berubah menjadi kekacauan dan ketidakstabilan, tidak ada yang pasti di dunia ini. Semua dapat berubah. Badai yang menerpa pun ada batas dan akhirnya, tidak untuk selamanya. Tergantung apakah kita mampu untuk keluar sebagai pemenang atau tidak. Jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk. Ingatlah, tidak ada hujan yang tidak berhenti. Tidak ada malam yang selalu gelap di mana tidak akan muncul fajar.
           
Pada paragraf terakhir ini Jay mau berterimakasih kepada para pembaca yang sudah membaca artikel-artikel di blog ini yang baru Jay buat di bulan yang lalu. Juga terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah mendukung dan membantu Jay, terimakasih juga buat Sahabatku, maaf Jay ga bisa ngebantu banyak karena segala keterbatasan dan kekurangan yang Jay miliki. Kepada teman-teman yang lagi down, yang terkena musibah semoga diberi kesabaran dan ketabahan juga para korban bencana di mana pun itu, semoga diberi kemudahan dalam segala halnya. Amin

J.A.Y HIKARI
Never Give Up, Keep Fight!

Artikel baru mengenai cinta:

Wednesday, October 20, 2010

Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri

  Hadiah merupakan sesuatu pemberian dari orang-orang yang dekat dengan kita, yang kita kenal juga mungkin saja dari orang-orang yang jauh dari kita yang bahkan kita tidak mengenalnya. Hadiah merupakan suatu kejutan yang menyenangkan atau bahkan ada pula yang sebaliknya!! Kok bisa ada hadiah yang nampak tidak menyenangkan?? Eits.. Jangan salah seberapa tidak menyenangkan hadiah itu namun jika kita perhatikan, renungkan dan pikirkan hadiah tersebut ternyata hadiah yang paling berharga yang kita miliki!!??

  Ada yang menyebutkan hidup itu seperti roda (kehidupan) yang terus berputar, dan setiap orang pernah merasakan dan mengalami masa-masa sulit. Ada masa sulit dalam keluarga (rumah tangga), kehidupan karir, kesehatan dan kehidupan pribadi yang sedang di guncang badai halilintar angin topan gempa bumi (Haah~ Lebay!!). Dan kebanyakan orang setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan (Yaiyalah, kebanyakan orangkan hidup senang, masa muda dinikmati, masa tua Happy, Mati dengan Damai terus masuk surga!!). Sebagian orang bahkan berdo’a, agar sejarang mungkin di goda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup yang sulit. Akan tetapi, sekencang apapun kita lari dan menjauh dari kesulitan, ia akan dengan setia dan sukarelanya (bahkan dengan senang hati) datang berkunjung ke badan dan jiwa kita.( Nah loh!!).


  Nah, apakah kita mau menerimanya dengan ikhlas dan dengan tersenyum memeluk kesulitan layaknya kawan lama yang dinantikan datang berkunjung!! Tidak dibuat frustasi dan sakit namun kita bersyukur atas kehadirannya?! Sebenarnya, pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang diperlukan oleh diri kita ketika ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.

  Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang di buat menjadi patung yang indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, di hajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam. Semua tau, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi ‘patung’ logam yang lebih indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan dan bahkan mungkin trauma yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.

  Namun, selebar apapun goresan luka yang di buat oleh kesulitan (Hadiah yang tak terduga itu!?), ada makhluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama SAHABAT (Rata-rata merupakan hadiah yang muncul disebabkan Hadiah yang tak terduga itu!!). Tidak semua Sahabat fasih memberikan nasihat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, Sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan-keadaan ini. >.<

  Tentunya, kalian semua mempunyai seorang sahabat yang sedikit saya gambarkan di atas. Seseorang yang akan selalu hadir di saat susah mau pun senang, seseorang yang mengharapkan kehadiranmu yang meminta bantuan kepada dirinya, seseorang yang mengharapkan kalau kau membutuhkannya dan dia siap membantu sebaik mungkin. Seseorang yang ingin menjadi Nomer 1 dalam hal apa pun baik informasi yang sedang kau alami, kau rasakan, sebahagia, sesedih dan sesulit apa pun, ia selalu penasaran untuk mengetahui dan menantikan hal tersebut. Seseorang yang bisa diandalkan dan menjadi sandaran bagi kehidupanmu. Mungkin saat ini juga Anda sudah membayangkan atau terbayang sosok siapakah dia?! Maka bersyukurlah dan ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan karena kamu memiliki dia dan Ucapkanlah terima kasih atau berikanlah hadiah atau kejutan untuk sahabatmu itu. ^.^

  Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah yang paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Ada pula orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya di panggil orang (mang tukang sayur, mang tukang roti dan mang-mang yang lainnya juga namanya suka di panggil!!). Tapi, hanya sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Jumlah memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Namun, sesedikit apapun jumlahnya, SAHABAT tetap sejenis hadiah terbaik yang kita bisa berikan buat diri sendiri.

  Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan genggsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah, maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati.



  Sebelumnya saya mau meminta maaf jika ini catatan kepanjangan, masalahnya kalau ke potong justru makin ga enak dibacanya, sebenarnya nich catatan dikhususkan bwat diri saya pribadi dan tidak ada niat sedikitpun untuk menggurui atau apapun namanya, syukur-syukur kalau di baca dan bermanfaat semoga bisa diamalkan jadi pahala saya nya Double (Hehe..). Kalimat terakhir dari saya : “SAHABAT merupakan HADIAH TERBAIK yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak di bungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih sering datang ketika kita amat membutukannya.



J.A.Y. HIKARI

^.^v