My Blog List

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Tuesday, December 21, 2010

PSIKOLOGI: MENGATASI DEPRESI~

Yow~~~~ Haaa~tadi maw nulis tapi lupa maw nulis apaan!? Nyahaha.. baru bangun tidur nich tapi udah lama ga nulis (gara-gara keasikan nonton Heroes ama RunningMan sich, jadi males ngapa-ngapain selain nonton itu!?) jadi kangen pengen nulis sesuatu. Hmm.. selama kita hidup dan menjalani setiap sesi kehidupan kita, jalan yang terbentang di depan kita memang tak selamanya mulus dan indah. Bisa saja tiba-tiba tersandung dan jatuh (apalagi jalan-jalan yang sering saya lewati pada rusak semua banyak lubang-lubangnya). Laah~ malah nulis tentang jalan!? Maksudnya dalam kehidupan itu rasa manis, asam, asin juga pahitnya yang bisa membuat kita senang, bahagia, sedih, sakit, menderita dan lain sebagainya yang hal tersebut bisa menimbulkan depresi. Pengertian depresi sendiri menurut kamus psikologi, pada orang normal merupakan keadaan kemurungan (kesedihan, kepatahan semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak pas, menurunnya kegiatan dan pesimisme menghadapi masa yang akan datang. Nah, itu merupakan pendahuluan dari artikel kali ini Jay akan menulis tentang depresi... Check it out!?
          Depresi merupakan suatu keadaan atau perasaan yang bisa dialami oleh siapapun pada satu masa dalam kehidupan manusia. Perasaan-perasaan negatif seperti kesedihan, kekhawatiran, dan frustrasi merupakan perasaan-perasaan yang umum dirasakan oleh banyak orang. Merupakan suatu hal yang wajar jika kita merasa kecewa setelah mengalami kegagalan, sedih, perpisahan atau kehilangan. Pengalaman negatif yang muncul dalam kehidupan kita tersebut sebenarnya dapat mengembangkan kualitas pribadi kita agar menjadi lebih dewasa, berani, dan juga bisa menjadi motivasi agar dapat mengubah kehidupan kita serta bisa menambah atau meningkatkan (level up) kekuatan kita untuk menangani depresi dan situasi negatif lainnya di masa yang akan datang.
          Nah, apakah Anda sedang mengalami depresi saat ini? Yow biar bisa tau dan mengenal mengenai depresi, Jay akan berbagi mengenai gejala-gejala utama depresi yang muncul dalam kehidupan kita yaitu:
- Duka berkepanjangan
- Stamina rendah dan sering merasa letih
- Bertambah atau berkurangnya nafsu makan
- Bertambah atau berkurangnya keinginan untuk tidur
- Stress, cepat marah dan frustrasi
- Tidak ada hasrat seksual
- Tidak memiliki harapan terhadap masa depan

          Nah loh, mungkinkah semua gejala-gejala tersebut sudah atau sedang Anda rasakan saat ini?! Ckckck.. sama klo begitu dengan saya.. Hahaha!! Setelah tau gejala-gejalanya sekarang kita bahas juga penyebab munculnya depresi itu, yaitu
Kurang Berpikir Positif
Ketika seseorang mengalami depresi, mereka merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan hal ini akan terjadi berulang kali. Dalam kejadian semacam ini, orang tersebut melihat lebih banyak hal buruk terhadap sesuatu; secara sadar maupun tidak sadar. Mereka selalu memfokuskan perhatian mereka pada masalah dan mengabaikan keberhasilan serta kesuksesan yang mereka raih.
Bagi seseorang yang berpikiran negatif dan memiliki kecenderungan depresi, segala hal yang terjadi merupakan cermin dari permasalahan dan kemunduran. Perubahan dalam diri seseorang atau perubahan lingkungan, yang merupakan perubahan wajar, dalam pikiran seseorang yang depresi merupakan bukti bahwa sesuatu yang buruk terjadi karena mereka.
Kurangnya Rasa Percaya Diri
Orang-orang yang depresi tidak memiliki rasa percaya diri dan mereka selalu menganggap semua yang terjadi sebagai kegagalan mereka. Bahkan kesalahan sekecil apapun mereka anggap sebagai masalah besar dan mereka hal-hal tersebut menguras perhatian mereka jauh lebih besar dari orang pada umumnya.
Lebih memperhatikan kesalahan
Dalam kehidupan, kita pasti melakukan kesalahan; beberapa orang membuat lebih banyak kesalahan. Orang yang menderita depresi lebih memfokuskan diri pada jumlah kesalahan yang mereka buat. Sebagai hasilnya, mereka menciptakan kesan negatif mengenai kesalahan.
Merasa Tertekan karena Berbagai Kewajiban Dalam Hidup
Dalam situasi ini, orang-orang selalu berpikir apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak seharusnya mereka lakukan. Hasilnya, di penghujung hari mereka terbebani oleh sejumlah komitmen. Orang-orang dengan pola pikir semacam ini mengkonsentrasikan pikiran mereka pada kepahitan dan frustrasi dan juga mempengaruhi perilaku orang-orang di sekitar mereka.

Merasa Lemah
Permasalahan bagi orang yang mengalami depresi adalah mereka merasa tidak ada satu hal pun yang bisa memuaskan mereka. Bahkan ketika mereka menyadari mereka bisa memperbaiki mood mereka, mereka tidak melakukannya. Nasihat yang mereka peroleh dari teman-teman dan keluarga dianggap tidak perlu dan tak berguna. Satu hal yang paling mereka rasakan adalah ketidakmampuan mereka untuk berharap, atau terinspirasi oleh sesuatu dan memperhatikannya.
Mereka menyadari seperti apa diri mereka dalam keadaan normal namun mereka tidak menyukainya. Mereka menyadari apa yang seharusnya mereka lakukan namun mereka tidak mampu melakukannya. Mereka menyadari apa yang orang lain inginkan dari mereka, namun mereka tak mampu memberikannya. Mereka tidak berharap pada suatu waktu keadaan akan membaik. Mereka kehilangan harapan dan harapan perlahan hilang dari diri mereka. Pada titik ini, depresi tidak membiarkan mereka merasakan kebahagiaan dan optimisme.
          Yohohoho~ sekarang kita sudah tau akar permasalahan penyebab beserta gejala-gaejala depresi. Nah, conclusi-nya adalah bagaimana caranya mengatasi depresi? Jay sudah mendapatkan jawabannya dari berbagai artikel dan informasi juga mem-browsing beberapa artikel yang terkait dan ini merupakan ringkasan cara mengatasi depresi, yaitu
Menerima Diri Anda Sendiri dan Kelemahan Anda
Jika anda tidak mampu mengatasi depresi seorang diri dan jika usaha anda tidak berhasil, hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan menerima kekurangan tersebut. Daripada mencoba mengubah hidup anda dengan paksa, anda harus menerima diri anda, dengan apa yang anda rasakan dan berkonsentrasi pada hal-hal yang anda mampu lakukan.
Depresi akan lenyap namun kita tidak bisa memprediksi kapan depresi akan terjadi. Kemajuan terapis tergantung pada banyak faktor. Anda tidak perlu mencoba mengubah hal-hal yang memang tidak bisa anda ubah. Setiap kali anda harus melakukan yang terbaik untuk membantu diri anda sendiri namun di saat yang bersamaan anda juga harus menerima kelemahan anda.
Terimalah fakta bahwa anda sedang mengalami depresi dan hiduplah berdampingan secara harmonis hingga anda berhasil mengatasinya. Tidak ada seorang pun yang suka merasa depresi, namun anda harus memahami bahwa tidak ada gunanya untuk terus menerus mengatasi depresi pada titik ini karena anda belum memiliki kekuatan, determinasi, dan keinginan untuk maju. Cobalah untuk menerima apa yang sedang terjadi dalam diri anda dan sekitar anda dan tunggulah hingga kekuatan anda kembali dan anda merasa mampu untuk mengatasi depresi.
Kenali Pikiran-Pikiran Serta Perasaan Negatif Anda
Supaya anda mampu mengubah dan mengendalikan pikiran negatif yang membuat anda terperangkap dalam siklus depresi, sangatlah penting bagi anda untuk mengenali alasan-alasan tersebut, yang merupakan penyebab utama anda merasa depresi.
Teknik yang dapat digunakan adalah dengan mencatat pikiran negatif anda setiap hari selama beberapa waktu. Lalu anda bisa menghabiskan waktu kira-kira 20 menit setiap hari untuk mengenali, mengelompokkan, dan memeriksa pikiran-pikiran negatif tersebut. Catatan pikiran-pikiran anda dan pemeriksaan atas penyebab rasa depresi tersebut akan membuat anda mampu mengenali alasan mengapa anda terdorong ke keadaan mental yang buruk dan berakhir dengan depresi. Dengan mengenali pola pikir negatif tersebut, anda mampu mencegah, dan memperbaiki bahkan menghentikan siklus depresi.

J.A.Y The Red Hat

Artikel lainnya:

Friday, December 3, 2010

KONSEPKAN DIRI KITA~


Kita hidup dan terlahir di dunia ini lalu di rawat, di asuh dan di didik oleh orang tua kita sehingga kita bisa tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Namun, Apakah selama ini kita sudah benar-benar memahami diri kita seutuhnya? Yohohoho~ apa yang kita pikirkan, rasakan dan juga yang kita lakukan merupakan cerminan dari diri kita yang akan di pandang atau di nilai oleh orang lain. Mengapa orang itu di nilai baik atau buruk, ramah, sopan, pandai, perhatian, peduli atau pun tidak merupakan cerminan dari perilaku yang telah kita perbuat. Namun, terkadang ada pula orang yang lupa atau pun kehilangan identitas dan jati dirinya, entah apa penyebabnya, entah itu karena kehilangan prinsip hidup, keyakinan, arah atau tujuan hidupnya dan lain sebagainya. Begitu pula dengan saya yang masih mencari-cari jati diri atau identitas diri yang sesungguhnya, masih terus bereksplorasi agar bisa keluar dari krisis identitas (meminjam istilah teori Post-Freudian Erikson). Mungkin tidak hanya saya, Anda pun dan bahkan semua umat manusia ingin mengenal diri sendiri secara lebih baik karena kita mengendalikan pikiran dan perilaku kita sebagian besar sampai batas kita memahami diri sendiri – sebatas kita menyadari siapa kita (menurut De Vito 1997:57). Dan tentunya apa yang kita lakukan, pikirkan dan ketika membuat serta mengambil keputusan, bagaimana kita mempersepsikan sesuatu tidak terlepas dari faktor eksternal baik itu dari orang-orang yang dekat dengan kita, lingkungan, norma dan lain sebagainya. Ada yang nyaman dengan diri sendiri ada pula yang merasa kurang bahkan ada pula yang sampai membenci dirinya sendiri.
Agar bisa lebih memahami tentang diri, alangkah baiknya jika kita mengetahui arti (definisi) dari diri (self) tersebut. Dalam bukunya yang terkenal Principles of Psychology, William James (1890, dalam Sarwono, 1997) mengemukakan masalah self (diri). Self adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri, bukan hanya tentang tubuh dan keadaan psikisnya saja, melainkan juga tentang anak-istri, rumah, pekerjaan, nenek moyang, teman-teman, milik, dan uangnya. Kalau semua bagus, ia merasa senang dan bangga. Akan tetapi, kalau ada yang kurang baik, rusak, hilang, ia merasa putus asa, kecewa, dan lain-lain.
Yaaahh~ hal tersebut merupakan salah satu definisi tentang self dari berbagai definisi lain di dalam litelatur ataupun buku-buku referensi yang saya baca. Sebagian besar orang ada yang nyaman alias klop dengan dirinya ada pula yang merasa kurang nyaman sampai bahkan membenci dirinya sendiri!? Seiring waktu berjalan umur kita semakin bertambah, semakin banyak hal yang kita alami, hadapi dan tuntutan-tuntutan yang perlu diperjuangkan dan diraih/ dicapai, ada pun yang mengatakan, “Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan dan kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.”

Adanya suatu pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya masing-masing, itulah konsep diri. Konsep diri Anda adalah apa yang terlintas dalam pikiran saat Anda berpikir tentang “saya”. Masing-masing kita melukis sebuah gambaran mental tentang diri sendiri, dan meskipun gambaran ini mungkin sangat tidak realistis, hal tersebut tetap milik kita dan berpengaruh besar pada pemikiran dan perilaku kita.
Siapakah saya?Apakah saya?Jawaban yang saya berikan terhadap kedua pertanyaan ini mengandung konsep diri saya sendiri, yang terdiri atas:
1.      Citra Diri (self-image). Bagian ini merupakan deskripsi sederhana; misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang pemain sepak bola, tinggi badan saya 168cm, berat badan saya 52kg, dan sebagainya.
2.      Penghargaan Diri (self-esteem). Bagian ini meliputi suatu penilaian, suatu perkiraan, mengenai kepantasan-diri (self worth); misalnya, saya peramah, saya sangat pandai, saya keren, dan sebagainya

Dalam sistem pendidikan kita, ketika belajar disekolah kebanyakan para siswa/siswi dituntut untuk menyelesaikan atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dari berbagai mata pelajaran. Sehingga kebanyakan dari kita sibuk untuk mencari bahan untuk mengerjakan tugas, atau pun sibuk berdiskusi bahkan berdebat, bahkan ada pula yang menggunakan jalur khusus alias copy-paste entah itu dari internet (mbah google) atau dari teman-temannya sendiri. Yaah~ kurang-lebih begitulah realitanya!? Padahal menurut Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos dalam bukunya yang luar biasa, The Learning Revolution menyatakan bahwa mata pelajaran apa pun yang diambil para siswa, tolok ukur sesungguhnya dalam sistem pendidikan masa depan adalah seberapa besar kemampuannya dalam membangkitkan gairah belajar secara menyenangkan. Pendekatan ini akan mendorong setiap siswa untuk membangun citra diri positif yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Dalam setiap sistem yang terbukti berhasil – Yang dipelajari diseluruh dunia – citra diri ternyata lebih penting daripada materi pelajaran.
Myers and Myers (1988:67) menyatakan bahwa penghargaan diri adalah suatu perasaan yang dapat Anda peroleh pada saat tindakan Anda sesuai dengan kesan pribadi Anda dan pada saat kesan khusus mengira-ngira suatu versi yang diidealkan mengenai bagaimana Anda mengharapkan diri Anda sendiri. Penghargaan diri lebih merupakan suatu persepsi evaluasi publik ketimbang konsep diri. Pesan-pesan intern mengenai diri Anda (konsep diri dan penghargaan diri), dalam kadar yang besar, mengarahkan Anda untuk merasakan diri Anda dalam berhubungan dengan orang lain.

Ada tiga cara untuk menanggapi diri sendiri secara keseluruhan, yaitu:
1.      Konsep diri yang disadari, yakni pandangan individu mengenai kemampuannya, statusnya, dan perannya.
2.      Aku sosial atau Aku menurut orang lain, yaitu pandangan individu tentang cara orang lain memandang atau menilai dirinya.
3.      Aku ideal, yaitu harapan individu tentang dirinya atau akan menjadi apa dirinya kelak. Jadi, aku ideal merupakan aspirasi setiap individu.

Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi individu dengan orang-orang disekitarnya. Apa yang dipersepsi individu lain mengenai diri individu, tidak terlepas dari struktur, peran, dan status sosial yang disandang seorang individu. Struktur, peran, dan status sosial merupakan gejala yang dihasilkan dari adanya interaksi antara individu satu dan individu lain, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dan kelompok (Lindgren, 1973)

Ryuuzaki J.A.Y
Door Duisternis Tot Licht

Referensi :
-          Drs. Alex Sobur M.Si, Psikologi Umum, CV PUSTAKA SETIA, Bandung 2003.
-          Gordon Dryden and Dr. Jeannette Vos, The Learning Revolution.

Artikel lainnya:

Wednesday, November 24, 2010

THE FUNDAMENTAL OF LEADERSHIT Eh LEADERSHIP

Yahoo~ Prikitiw~ Halaaah!?

Yow Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air, api, tanah dan udara (Jyaah~emangnya avatar!?). Karena ntar PIO ngebahas tentang Leadership (kepemimpinan), maka pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai kepemimpinan itu sendiri, yaah~ seperti biasa sekalian belajar langsung di postingkan, terus kita share dan semoga bermanfaat bagi kita semua.Yohohoho~
Langsung saja kita mulai dari beberapa pertanyaan awal:”Apakah Anda seorang pemimpin? Siapakah yang sedang Anda pimpin? Bagaimana cara Anda memimpin? Seperti apakah pemimpin yang ideal itu? Hmm.. dan lain sebagainya!?” Yang perlu kita sadari bahwa setiap orang itu adalah seorang pemimpin, pemimpin bagi dirinya sendiri dalam menjalani semua aktivitas dan kehidupannya sendiri. Karena semua tindakan, tingkah laku, juga apa yang kita pikirkan, dan juga yang kita rasakan merupakan pilihan dan keputusan kita sendiri, dan seorang pemimpin itu salah satu bagian dari tugasnya yang terpenting adalah memilih dan membuat keputusan untuk memecahkan masalah atau membuat langkah-langkah tertentu agar apa yang diinginkannya dan orang-orang yang ia pimpin tercapai. Oh yaah!? Apakah kita telah menyadari hal tersebut? Hmm.. menurut penerawangan saya (halaaah!?==a) kebanyakan orang disekitar saya terutama mereka masih bergantung pada orang lain, istilah bahasa sapanyol na mah tuturut munding jadi masih ikut-ikutan dan bergantung dari apa yang dipilih atau diputuskan oleh orang lain tanpa dia menyadari, memikirkan dan merasakan apakah pilihan tersebut sudah sesuai dengan dirinya sendiri, artinya dia masih belum memiliki komitmen atau tanggung jawab sendiri serta belum memiliki prinsip atau keyakinan juga arah dan tujuan yang jelas dalam kehidupannya sendiri. Misalnya, Anda bertanya kepada seorang manusia (yaiyalah masa ke binatang!?) maksudnya ke seorang mahasiswa/i, lalu cobalah Anda tanyakan mengapa mereka memilih jurusan yang mereka pilih? Tentunya Anda akan mendapatkan jawaban yang beragam, ada yang menjawab karena itu cita-cita saya dari kecil, ada pun yang menjawab karena kecengan saya atau pacar saya atau karena teman saya pun memilih jurusan tersebut, dan juga ada yang menjawab karena disuruh orang tua atau pun karena salah nulis kode jurusan jadi terjerumus masuk ke dalam jurusan tersebut!? Walaaah~ berbagai jawaban pun muncul dengan menimbulkan berbagai kesan-kesan tersendiri tentunya...> <

Nah, dari penyataan di atas mungkin sudah sedikit menggambarkan tentang basic kepemimpinan itu sendiri (meureun!?). LanjutGan.. Saya mau mengucapkan SELAMAT bagi Anda yang sudah punya komitmen, tanggungjawab, prinsip dan juga keyakinan hidup sendiri dalam bertindak dan melakukan sesuatu, karena itu merupakan hal-hal mendasar untuk menjadi seorang pemimpin. Sebelum memimpin orang lain, komunitas, atau pun organisasi kita perlu memimpin diri kita dan kehidupan kita sendiri. Tetapi, bagi Anda yang masih ragu, bimbang, plin-plan, GJ, masih banyak bergantung dengan orang lain lebih baik kalian enyah saja dari dunia ini sebelum kalian terombang-ambing oleh ombak kehidupan dunia yang deras, keras dan kuat!? Hoyoo~ kejam banget sich gw...Kekeke.. Tapi jangan terlalu khawatir bro~ karena sebagaimana kita ketahui, kata Allport bahwa kepribadian manusia itu bersifat dinamis yang artinya dapat berubah-ubah. Jadi, jika kita mau berusaha untuk berkembang dan merubah diri kearah yang baik maka kita akan tau arah dan tujuan hidup kita dan yang berperan besar dalam perubahan hidup kita adalah lingkungan kita, orang-orang terdekat dengan kita dan juga apa yang kita baca sehingga dapat membentuk diri menjadi seorang pemimpin yang berkompeten dan berkualitas tinggi. Amien~
Nah, untuk menjadi lebih baik, maju dan berkembang agar bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat. Tentunya kita perlu aksi, jadi tidak hanya berdiam diri, duduk, melamun terus tiba-tiba jadi hebat gitu!? Yang ada Anda malah kesurupan dan jadi telihat gila terus teriak-teriak saya adalah seorang pemimpin yang hebat telah menguasai dunia ini..Jyahaha~.~ Heeeeuu~Anda harus membuat langkah-langkah tertentu agar bisa menjadi seorang yang berhasil memimpin diri sendiri. Langkah-langkah menuju keberhasilan menurut buku yang saya baca The Learning Revolution, yaitu:
  • Milikilah Misi
  • Buatlah Rencana
  • Tentukan Tujuan
  • Pilihlah dengan Tepat
  • Milikilah Motivasi
  • Teruslah Belajar
  • Evaluasikan Kesalahan
  • Kembangkan Bakat yang ada
  • Jalinlah Hubungan Baik
  • Gunakan Akal Sehat

Setelah melaksanakan langkah-langkah diatas, ada pun rumus keberhasilan dari seorang atlet Olimpiade, Marylin King yaitu :

GAIRAH + VISI + AKSI = SUKSES

Katanya, jika Anda punya Gairah dan Visi, tetapi tanpa Aksi, berarti Anda melamun. Berimajinasi jadi orang kaya, sukses, bisa beli ini-itu, jalan-jalan keluar negeri..Loh!? Kok malah saya yang ngelamun.. Imajinasi itu juga perlu sebagai salah satu cara kita mendapatkan kesan-kesan yang akan menginspirasikan hidup kita karena seorang Thomas A. Edison saja sebelum ia menemukan lampu dia berimajinasi dulu kan!? Tetapi Mr.Thomas ini tidak hanya berkhayal tetapi juga melakukan aksi dengan melakukan percobaan-percobaan. Begitu juga para pemimpin-pemimpin besar seperti Bung Karno, Abraham Lincoln, bahkan Nabi Muhammad SAW., pun tidak hanya berdiam diri setelah mendapatkan wahyu dari Allah tetapi juga beliau pun melakukan aksi dengan melaksanakan dakwah-dakwahnya kepada kaum-nya saat itu.

Lalu, jika Anda punya Visi dan Aksi, tetapi tanpa Gairah. Anda akan serba tanggung. Jadi, apa yang kita lakukan serba setengah-setengah yang terkadang menimbulkan rasa ragu, dan menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya segera dilaksanakan.
Dan yang terakhir, jika Anda punya Gairah dan Aksi, tetapi tanpa Visi. Anda akan sampai ketempat yang keliru. Jyaahaa~ kita dalam keadaan bersemangat tetapi kalau tujuannya masih belum jelas, apakah hal itu bisa menyenangkan dan membahagiakan kita? Lah, apa artinya jika kita sudah bekerja keras, banting tulang, ngorbanin tenaga, fisik dan waktu tetapi tidak memenuhi kebutuhan apa-apa!?
So! Seorang pemimpin itu akan mempengaruhi orang lain, apa pun tindakan kita dan tingkah laku kita akan dinilai juga akan membentuk sebuah opini oleh orang-orang yang kita pimpin atas kemampuan kita, interaksi sosial kita dengan mereka dan apakah mereka menikmati atau tidak keberadaan kita dalam level profesional dan personal. Pengaruh ini merupakan alat yang powerful, bisa memotivasi dan menurunkan motivasi mereka disekitar kita, dan jika digunakan secara positif akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah.
Marilah kita bersama-sama berusaha merubah dan mengembangkan potensi diri kita sebagai seorang pemimpin dan wakil Allah di muka bumi ini. Janganlah putus asa, stress dan frustasi dalam menjalani hidup. Anda tau cacing?! Hewan yang lemah ini, kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu, gantung diri, meminum racun, terjun dari gedung lantai 13 dan lain sebagainya yang dikarenakan frustasi dan depresi. Hehehe..

Kita ini sebagai manusia sudah diberikan potensi yang luar biasa dibandingkan Om Cacing tadi, jadi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari hewan-hewan lainnya? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Hoyoo~ semoga artikel ini bisa memotivasi kita semua, khususnya saya. Bagi saya Sukses adalah Belajar, jika saya berhasil mempelajari sesuatu dan mengaplikasikannya dengan baik sehingga berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain maka saya adalah seorang yang sukses. Sukses itu tidak hanya dilihat dari seberapa banyak mobil yang kita miliki, seberapa mewah rumah yang kita singgahi karena harta, tahta, jabatan itu mudah lenyap seiring berjalannya waktu, tetapi dengan belajar dan ilmu yang diamalkan akan tetap kekal dan terus mengalir hingga kiamat nanti. Maka belajarlah untuk menjadi seorang pemimpin yang kompeten dan berkualitas bagi diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.
Saya memohon maaf sebesar-besarnya jika ada tulisan-tulisan yang kurang berkenan dihati para pembaca. Jay juga manusia punya rasa, punya hati, jangan samakan dengan pisau belati. Segala khilaf, kekurangan dan kesalahan ada pada diri saya pribadi. Agar bisa lebih baik lagi Anda dipersilahkan memberiakan kritik dan saran di kolom komentar di bawah ini. Terima Kasih.. Wassalam...> <

Ryuuzaki J.A.Y
Playing With Heart and Let’s go for Action

Artikel Lainnya:

Wednesday, November 3, 2010

PSI.PENDIDIKAN.GELAS KOSONG YANG HARUS DIISI DARI LUAR?!


Mempelajari psikologi tidak hanya diperlukan oleh seorang Psikolog/Psikiater, tetapi juga perlu dipelajari oleh setiap orang yang dalam kehidupannya berinteraksi dan memberi layanan atau bantuan kepada orang lain. Dengan mempelajari psikologi, mengarahkan kita untuk dapat memahami lebih baik tentang orang (individu), baik diri kita atau pun orang lain. Sehingga dengan pemahaman tersebut kita dapat memberikan tindakan, layanan, atau perlakuan yang lebih bijaksana, yang lebih tepat sesuai dengan kondisi individu, waktu dan lingkungannya.

Nah, Apa yang telah Anda rasakan? Kesan-kesan juga pengaruh apa yang telah Anda dapatkan? Bagi Anda yang sedang mengikuti pembelajaran, perkuliahan di sekolah atau di kampus selama ini. Ilmu, pengetahuan, serta wawasan apa yang telah mempengaruhi kehidupan Anda? Apa yang telah Anda pahami mengenai apa yang Anda pelajari sehingga berpengaruh ke dalam pribadi Anda mau pun orang-orang di sekitar Anda? Tindakan atau layanan seperti apa yang telah Anda lakukan untuk mempengaruhi lingkungan di sekitar Anda? Apakah Anda sudah mulai memahami diri/pribadi Anda sendiri, mengetahui potensi, kelebihan dan kekurangan di dalam diri Anda? Ataukah Anda mengalami stress, frustasi atau depresi ketika mempelajari, mengikuti pembelajaran/perkuliahan selama ini? Lupa akan apa yang telah dipelajari selama ini! Terbebani akan tugas/praktikum/beban sks yang sedang Anda jalani? Apakah Anda sudah dapat mengaplikasikan beberapa atau semua yang telah Anda pelajari? Ataukah Anda mulai merasa salah mengambil jurusan! Mungkin awal/pertama kali Anda masuk sekolah/kuliah  Anda merasakan semangat untuk belajar dan paham juga tertarik dengan pembahasan mata pelajaran/mata kuliah di sekolah/di kampus, namun seiring waktu berjalan entah dari faktor mana dan apa penyebabnya, Anda mulai merasa kurang bersemangat, tidak bergairah, merasa terbebani atau bahkan tidak nyaman dengan kondisi pembelajaran/perkuliahan yang Anda jalani?! Merasa kehilangan arah dan tujuan, pesimis, atau bahkan kehilangan jati diri Anda yang sesungguhnya!? 
Hmm.. Pertanyaan demi pertanyaan yang muncul ini semoga bisa menjadi bahan renungan kita agar kita bisa lebih memahami kondisi kita saat ini dan semoga kita bisa memetik sesuatu dan mengambil hikmahnya. Saya tidak tau apa yang sedang saudara rasakan (karena saya bukan Tuhan yang Maha Mengetahui, bukan pula dukun atau pun paranormal!?), karena saya pun sedang mencari tau dan menggali kembali arah dan tujuan hidup saya. Apakah saya sudah berkembang dan berproses ke arah yang positif? Ataukah sebaliknya tidak ada perkembangan apa pun atau bahkan menurun dari yang diharapkan?! Jika merasa berkembang ke arah positif, seberapa signifikankah perkembangan itu dan karena pengaruh apa perkembangan itu terjadi?! Jika tidak ada perkembangan apa pun, apakah yang menjadi penyebab  terjadinya kesenjangan atau tidak adanya perkembangan dalam diri tersebut?! Jadi, seberapa efisien dan efektifkah proses belajar yang telah kita alami/lakukan selama ini terhadap pembentukan diri (citra diri positif), kehidupan pribadi dan manfaatnya terhadap lingkungan?

Ok.. Pada kesempatan kali ini saya ingin mem-posting-kan/men-sharing-kan tentang Pendidikan tepatnya mungkin mengenai proses pendidikan (sekalian belajar karena besok uts Psikologi Pendidikan..>.<). Dan secara step by step saya ingin mencoba mencari tahu jawaban mengenai berbagai pertanyaan di atas tadi (semoga saja ada pencerahan). Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi (berhubungan;mempengaruhi;antar hubungan) antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling pengaruh antara pendidik dengan peserta didik. Dalam saling mempengaruhi ini peranan pendidik lebih besar, karena kedudukannya sebagai orang yang lebih dewasa, lebih berpengalaman, lebih banyak menguasai nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan. Peranan peserta didik lebih banyak sebagai penerima pengaruh, sebagai pengikut, oleh karena itu disebutnya “peserta didik”.

Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif, baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Pendidikan bukan sekadar memberikan pengetahuan atau nilai-nilai atau melatihkan keterampilan. Pendidikan berfungsi mengembangkan apa yang secara potensial dan aktual telah dimiliki peserta didik, sebab peserta didik bukanlah gelas kosong yang harus diisi dari luar. Mereka telah memiliki sesuatu, sedikit atau banyak, telah berkembang (teraktualisasi) atau sama sekali masih kuncup (potensial). Peran pendidik adalah mengaktualkan yang masih kuncup, dan mengembangkan lebih lanjut apa yang baru sedikit atau baru sebagian teraktualisasi, semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi yang ada. Peserta didik juga memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sendiri. Dalam interaksi pendidikan peserta didik tidak selalu harus diberi atau dilatih, mereka dapat mencari, menemukan, memecahkan masalah dan melatih dirinya sendiri. Kemampuan setiap peserta didik tidak sama, sehingga ada yang betul-betul dapat dilepaskan untuk mencari, menemukan dan mengembangkan sendiri, tetapi ada juga yang membutuhkan banyak bantuan dan bimbingan dari orang lain terutama pendidik.

Dalam buku The Learning Revolution yang di tulis oleh Gordon Dryden dan Dr.Jeannette Vos. Tipe kecerdasan itu tidak hanya satu dan setiap orang memiliki gaya belajar yang unik, sama uniknya dengan sidik jari. Sekolah yang efektif harus dapat mengenali dan melayaninya. Sekarang kita tahu bahwa setiap orang memiliki gaya belajar, bekerja dan berpikir yang unik. Namun, masih banyak SMU dan Universitas yang “mengajar” seakan-akan semua siswa punya gaya belajar yang seragam-akademis, abstrak dan teoritis. “Penelitian menunjukkan dengan jelas bahwa hanya 30% orang berhasil belajar dengan cara itu.” Sebanyak 70% lainnya belajar dengan berbagai gaya-yang paling menonjol adalah dengan praktik. Orang-orang dari segala usia sebenarnya dapat belajar apa saja jika mereka melakukannya dengan gaya unik mereka, dengan kekuatan pribadi mereka sendiri. Setiap orang memiliki gaya belajar dan gaya bekerja yang unik. Sebagian orang lebih mudah belajar secara visual: melihat gambar dan diagram. Sebagian yang lain secara auditorial: suka mendengarkan. Sebagian lain mungkin adalah pelajar haptic: menggunakan indera perasa (pelajar tactile) atau menggerakkan tubuh (pelajar kinestetik). Beberapa orang berorientasi pada teks tercetak: membaca buku. Yang lainnya adalah “kelompok interaktif”: berinteraksi dengan orang lain.
Namun, saat ini banyak anak-anak yang putus sekolah lanjutan karena gaya belajar mereka tidak sesuai dengan gaya belajar yang diterapkan di sekolah. Dan tekhnik mengajar yang diterapkan di sekolah lanjutan – mestinya hanya digunakan untuk mengajar para pelajar dengan gaya belajar akademis – bukanlah metode terbaik untuk meningkatkan standar mereka. Kondisi ini hanya memperbesar angka putus sekolah. (The Learning Revolution, Gordon Dryden and Dr.Jeannette Vos)

Mata pelajaran apa pun yang diambil para siswa, tolok ukur sesungguhnya dalam sistem pendidikan masa depan adalah seberapa besar kemampuannya dalam membangkitkan gairah belajar secara menyenangkan. Pendekatan ini akan mendorong setiap siswa untuk membangkitkan citra diri positif yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Dalam setiap sistem yang terbukti berhasil – Yang dipelajari di seluruh dunia – citra diri  ternyata lebih penting daripada materi pelajaran. Yang sama-sama pentingnya bagi mereka yang putus sekolah adalah kebutuhan untuk mempelajari keterampilan hidup. Ini berarti kita memerlukan kurikulum 4 tingkat yang menekankan:
è Citra diri dan perkembangan pribadi
è Pelatihan keterampilan hidup
è Belajar tentang cara belajar dan cara berpikir
è Kemampuan-kemampuan akademik, fisik dan artistik yang spesifik (khusus)

Belajar seharusnya memiliki 3 tujuan:
1.      Mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran spesifik dan  dapat melakukannya lebih cepat, lebih baik dan lebih mudah
2.      Mengembangkan kemampuan konseptual umum – mampu belajar menerapkan konsep yang sama atau berkaitan dengan bidang-bidang lain.


Nah, apakah aspek-aspek/hal-hal yang telah saya tulis dalam kesempatan kali ini sudah teraplikasikan dalam dunia pendidikan di negeri kita minimal di tempat kita menuntut ilmu saat ini tentunya? Dan yang jelas apakah pendidikan yang telah kita jalani selama ini sudahkah membangkitkan citra diri yang positif, membuat kita terampil, dan apakah kita bisa mengaplikasikannya ketika kita menghadapi berbagai permasalahan hidup?! Ini merupakan sebuah renungan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar lebih intropeksi, memotivasi diri agar lebih giat belajar juga mencari gaya belajar yang sesuai dengan diri.
Manusia itu tentunya tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan, sebelumnya saya pribadi memohon maaf jika ada tulisan-tulisan yang tidak berkenan di hati para pembaca. Mungkin di dalam tulisan ini pun ada yang pro dan contra yaah karena manusia itu unik, cara berpikirnya pun pasti berbeda-beda, oleh karena itu saya mohon kesan,pesan dan sarannya di kolom komentar di bawah ini. Agar saya bisa memperbaiki diri dan mendapatkan suatu pencerahan dari para pembaca yang budiman. Terimakasih atas kunjungan saudara yang juga membacanya sampai akhir di blog saya. Wassalam...

Referensi:
-Prof.Dr.Nana Syaodih Sukmadinata.,(2009), Landasan Psikologi Proses Pendidikan,PT.Remaja Rosdakarya, Bandung.
-Gordon Dryden and Dr.Jeannette Vos, The Learning Revolution

Saturday, October 23, 2010

FUNDAMENTAL QUESTION part 1

Huyee~
Selamat datang di blog saya bagi yang baru mengunjungi blog saya ini...^.^
Baiklah disini saya akan menjelaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan kepada Anda sebelumnya. Di Fundamental Question pertama ini saya meminta Anda untuk mengisi Nama Lengkap Anda, tulislah Nama Lengkap Anda (contoh : Fajar Indra Kusumajaya). Lalu isikan TTL yaitu Tempat Tanggal Lahir Saudara (contoh: Bandung, 21 Maret 1989). Lalu isikan Usia Anda sekarang (contoh: 21th). Isikan juga Jenis Kelamin yang sesuai dengan keadaan Anda saat ini (contoh: Laki-laki). Agama, isilah Agama Saudara (contoh: Islam). Alamat, tulislah alamat lengkap saudara, jika ada/tahu cantumkan juga kode posnya. Isikan juga No.tlp/Hp Anda serta @mail/blog Anda.

I. Visi
Merupakan pandangan Anda; penglihatan;pengamatan;wawasan;kemampuan untuk melihat pada inti persoalan.
Misalnya:
 Menjadi seseorang yang terpandang, pelopor pembaharuan pemikiran dan pelaksanaan kehidupan manusia
 Bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.
 Menjadi manusia yang memiliki keunggulan kompetitif, professional dalam bidang...(musik, teknologi dsbg)
 Mengembangkan minat (musik, teknologi, marketing dsbg)
Tuliskan Visi Hidup Anda. .
II. Misi
Adalah suatu urusan atau sesuatu yang harus Anda lakukan/kerjakan dalam kehidupan Anda. Misalnya:
 Membahagiakan Orang tua dengan cara... (Menjadi Sarjana, seorang yang sukses dalam bidang musik/teknologi/bisnis, nikah dengan orang kaya dsbg)
 Mengabdi pada masyarakat dalam... (Pembangunan, Pendidikan dsbg)
 Menghibur Masyarakat
 Mendapatkan gelar, reward ... (sebutkan bidangnya)
 Memiliki kemampuan dalam... (sebutkan bidangnya)
 Menjadi warga masyarakat yang berkualitas dan mandiri
 Mampu menemukan, mengembangkan dan menerapkan ilmu, teknologi, sosial, budaya dan seni.
 Meningkatkan kualitas/jaringan/... (sebutkan bidangnya)
 Menyelenggarakan kegiatan/kerjasama/pedidikan/... (sebutkan bidangnya)
 Merumuskan teori-teori dan metode-metode baru dalam bidang ... (sebutkan bidangnya)
 Menyebarluaskan hasil ... (sebutkan karya/ciptaan/... Anda)
 Dan lain sebagainya sesuai misi Anda.
Isikan misi hidup Anda saat ini sampai akhir hayat Anda.
III. Tujuan
Isikan Tujuan hidup Anda saat ini dan apa yang Anda inginkan. Misalnya:
 Menyiapkan ... (sesuatu yang berhubungan dengan bidang/kegiatan Anda)
 Merumuskan Konsep-konsep...
 Menghasilkan ... (suatu karya atau apapun yang sedang Anda buat)
 Mengembangkan...
 Menyebarluaskan...
 Membina...
 Menegakkan...
 Menguasai...
 Membantu...
 Mampu menerapkan/menggali/membantu...
 Terampil dan cakap dalam hal...
 Ingin... (tulis keinginan Anda)
 Dan lain sebagainya sesuai dengan tujuan Anda saat ini.
Isikan tujuan hidup Anda saat ini yang benar-benar ingin Anda capai.
IV. Motivasi
Apa yang mendorong Anda/membuat Anda bersemangat untuk mencapai visi, misi dan tujuan hidup Anda. Misalnya:
 Ingin menolong dan membantu orang lain, sehingga menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi sesama.
 Karena sebuah penghinaan, hujatan, cacian dan makian orang lain yang meremehkan saya sehingga saya harus bekerja dan berusaha semaksimal mungkin untuk berkarya.
 Membahagiakan orang tua, ingin mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua.
 Dan lain sebagainya yang bisa memotivasi Anda.
Isikan Motivasi Hidup Anda.
V. Prinsip Hidup Anda
Merupakan asas, kebenaran yang menjadi pokok dasar orang berpikir, bertindak dan sebagainya. Misal:
 Menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan
 Berani bertanggungjawab atas apa yang diperbuat.
 Idealis, perfeksionis, proffesionalis, humoris...
 Islami
Isikan prinsip hidup Anda

Setelah menjawab pertanyaan no 1. Lalu lanjutkan ke pertanyaan no.2.
Isikan pendapat Anda tentang kehidupan disekitar Anda yang Anda alami atau Anda rasakan. Mungkin tentang Kinerja Pemerintahan, cara berpikir kawan Anda atau orang-orang disekitar Anda, seperti seseorang yang suka melanggar peraturan lalu lintas, suka berkeluh kesah dan lain sebagainya.
Misalnya : Para guru yang mengajar di kelas sangat membosankan dan membuat saya ngantuk, atau dosen ini killer membuat saya harus belajar ekstra, pengendara dijalanan selalu melanggar aturan-aturan lalu lintas, angkot suka berhenti mendadak dan itu membuat saya kesal.

Tuliskan pandangan Anda tersebut beserta perasaan Anda juga harapan/solusi Anda seharusnya mengenai pola kehidupan seperti itu.

Baiklah selesai sudah FUNDAMENTAL QUESTION part 1 ini.
Karena ini merupakan data riset maka jawaban Anda akan tersimpan dan dirahasiakan dari publik, jadi jawablah seoptimal dan seefisien mungkin dan sebanyak mungkin sesuai dengan apa yang Anda pikirkan dan Anda rasakan.
Semoga hal ini bermanfaat bagi Anda juga bisa menjadi inspirasi hidup Anda serta dapat membantu Anda untuk menggali dan mengenali diri Anda lebih dalam.

Saya Ucapkan TERIMA KASIH sebesar-besarnya atas Kerja Sama Anda, semoga ini bisa menjadi bahan intropeksi saya pribadi dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Sampai jumpa lagi di Fundamental Question berikutnya...
Kekeke~
>.<

Wednesday, October 20, 2010

UBAHLAH PERILAKU/KEBIASAAN SECARA BERTAHAP


Kepribadian bersifat dinamis yaitu kepribadian dapat berubah-ubah yang dikarenakan adanya berbagai pengaruh baik itu dari kondisi lingkungan, budaya, life style dan lain sebagainya. Namun, tak jarang orang yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik, semakin produktif, berkualitas, menjadi pribadi yang disenangi dan lain sebagainya yang diidealkan pribadi tersebut, namun ada pula yang masih betah di dalam zona nyamannya sehingga menampik semua perubahan dan tidak ada keyakinan untuk berubah, menjalani hidup dengan pesimistis dan tetap terombang-ambing oleh dilema kehidupan yang saat ini tidak bisa diprediksikan.
 Setiap orang mempunyai sebuah kebiasaan, kebiasaan ini merupakan sesuatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga hal tersebut telah menjadi gaya hidup kita. Namun, jika kita sudah terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan tersebut dan masuk ke dalam zona nyaman, disinilah kita mulai akan merasa sulit ketika ingin melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk yang memang sudah mengakar sekian lama sehingga kebiasaan buruk itu mendarah daging dalam perilaku kita. Dibutuhkan kemauan yang kuat, kesungguhan yang besar dan latihan yang intensif untuk lepas dari zona nyaman tersebut. Hal ini merupakan persoalan yang jarang disanggupi/ dilakukan oleh kebanyakan orang. Oleh sebab itu, cara paling baik yang dapat diikuti untuk menanggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah mengakar adalah berupaya untuk melepaskannya secara bertahap.
 Ada beberapa metode untuk memperbaiki suatu kebiasaan atau perasaan-perasaan yang menjadi suatu kelemahan kita, misalkannya saja perasaan takut yang menjadi populer sebagai kelemahan manusia, namun ada sebuah metode untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan perasaan takut tersebut, yaitu secara bertahap mengganti atau merubah perasaan takut itu dengan perasaan yang berlawanan, misalnya perasaan senang atau suka, hingga sampai penghilangan rasa takut itu secara tuntas. Beberapa eksperimen yang dilakukan sejumlah psikolog modern membuktikan bahwa metode ini dapat melepaskan anak dari fobia kepada suatu hewan, yaitu dengan mengajari si anak menyukai hewan tersebut sebagai ganti perasaan takut kepada hewan itu. Dengan metode tersebut juga dimungkinkan melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dengan menggantikannya dengan kebiasaan-kebiasaan yang berlawanan. Cara ini telah diikuti oleh para psikolog modern dalam terapi psikologis.
 Tentunya dalam melakukan segala sesuatu hal apa pun itu tidak ada yang instan. Bahkan mie instan saja membutuhkan beberapa tahap untuk membuatnya, di mulai dari membuka bungkusnya, memanaskan air lalu memasukkan mie nya tunggu beberapa menit, masukkan bumbu hingga sampai mie tersebut sudah siap untuk dinikmati. Begitu pula ketika kita ingin melakukan suatu perubahan, kita harus menjalaninya setahap demi setahap dengan penuh keyakinan, kesabaran, ketulusan dan ketekunan untuk menjalani proses-proses perubahan tersebut.

J.A.Y. HIKARI
Playing with Heart and Let’s Go For Action

BENCI PADA DIRI SENDIRI!!??

Setiap orang memiliki harapan atau impian atau sesuatu yang diidealkan bagi dirinya sendiri, baik sifat, perilaku, cara berpikir, motivasi dan lain sebagainya yang dapat menambah dan meningkatkan derajat diri, memberikan penghargaan terhadap diri sendiri dan dapat membanggakan dirinya sendiri, sehingga mereka mempunyai jati diri yang menyenangkan atau ideal.Namun, apabila dalam pencarian dan perjuangan mereka dalam membangun jati diri yang ideal ini mengalami kebuntuan yang dikarenakan mereka menyadari bahwa jati diri mereka saat ini (yang sedang dialami dan dirasakan) yang nyatanya tidak cocok atau tidak sesuai atau menyimpang dari gambaran-gambaran diri yang diidealkan, mereka mulai membenci dan menolak diri mereka-sendiri.(J.A.Y Hikari,2010)
Diri yang diagungkan-agungkan menjadi bukan hanya bayangan yang harus dikejar; dia juga menjadi tali pengukur bagi keberadaan aktualnya. Dan keberadaan aktual ini menjadi pemandangan yang memalukan saat dilihatnya dari perspektifnya yang “setara Tuhan” tentang kesempurnaan, sehingga tidak bisa tidak, dia harus menolak keberadaan aktual ini. (Horney,1950, hlm. 10)

Horney (1950) melihat enam cara utama sebuah pribadi mengekspresikan kebencian-pada-diri-sendiri:
1. Kebencian-pada-diri-sendiri menghasilkan tuntutan tanpa-akhir atas dirinya sendiri, diperkuat oleh “tirani mengenai semestinya”. Contohnya, beberapa orang melontarkan tuntutan pada diri sendiri yang tidak akan berhenti meskipun mereka sudah mencapai ukuran kesuksesan tertentu. Orang-orang ini terus mendorong diri mereka menuju kesempurnaan karena percaya mereka mestinya menjadi sempurna.
2. Penuduhan-diri yang tidak kenal belas kasihan (merciless self-accusation). Para penderita neurotik secara konstan menghakimi diri mereka sendiri. “Jika sampai ada yang tahu diriku yang sesungguhnya, maka mereka akan tahu kalau aku hanya berpura-pura untuk mengenal, kompeten, dan tulus. Aku sebenarnya berdusta namun, tidak ada yang boleh tahu selain diriku sendiri.” Penghakiman-diri bisa mengambil beragam bentuk-dari ekspresi yang jelas-jelas agung, seperti mengambil tanggungjawab bagi musibah-musibah alamiah, sampai mempertanyakan dengan gigih kebaikan motivasi-motivasi mereka sendiri.
3. Merendahkan-diri-sendiri (self-contempt), yang bisa diekspresikan sebagai peremehan, pengejekan,peraguan,pendiskreditan,dan menertawakan diri sendiri. Merendahkan-diri-sendiri mencegah penderita neurotik dari perbaikan atau pencapaian. Seorang laki-laki muda bisa berkata pada dirinya, “Kamu idiot! Apa yang membuatmu berpikir kamu bisa berkencan dengan perempuan tercantik di kota ini?” Seorang perempuan bisa menanggapi kesuksesan kariernya hanya dengan kata-kata “Cuma beruntung”. Meskipun orang-orang ini menyadari perilakunya, tetapi mereka tidak tahu kalau kebencian-pada-diri-sendirilah yang memotivasinya.


4. Membuat-frustasi-diri-sendiri (self-frustrating). Horney (1950) membedakan antara mendisplinkan diri-sendiri (self-discplining) yang sehat dan membuat frustasi-diri-sendiri yang neurotik. Yang pertama melibatkan penundaan atau pengabaian aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dalam rangka meraih tujuan-tujuan yang masuk akal. Yang kedua berasal dari kebencian-pada-diri-sendiri dan yang di rancang untuk mengaktualisasikan gambaran-diri kanak-kanak. Penderita neurotik sering kali terkungkung oleh tabu-tabu kenikmatan. “Saya tidak layak mendapat mobil baru.” “Saya tidak harus memperjuangkan pekerjaan yang lebih baik karena aku tidak cukup baik untuk itu.”
5. Menyakiti-diri-sendiri (Self-torment), bahkan menyiksa-diri-sendiri (self-torture). Walau pun menyiksa-diri-sendiri dapat eksis di setiap bentuk kebencian-diri-sendiri yang lain namun,dia menjadi kategori yang terpisah ketika niat utama mereka adalah menyebabkan rasa sakit atau penderitaan pada diri mereka sendiri. Beberapa orang mencapai kepuasan masokhistik dengan memprotes sebuah keputusan, membesar-besarkan rasa sakit di kepala, memotong urat nadi sendiri dengan pisau, memulai sebuah perkelahian yang jelas akan kalah, atau mengundang siksaan fisik lainnya.
6. Tindakan-tindakan dan impuls-impuls yang menghancurkan-diri-sendiri (Self-destructive actions and impulses), yang bisa bersifat fisik atau psikologis, sadar atau tidak sadar, akut atau kornis, dan dilakukan lewat tindakan atau hanya di dalam imajinasi. Makan secara berlebih-lebihan, menenggak alkohol dan obat-obatan terlarang, bekerja terlalu keras, mengemudi ugal-ugalan dan bunuh-diri, adalah ekspresi-ekspresi umum penghancuran-diri-sendiri secara fisik. Penderita neurotik juga dapat menyerang diri sendiri secara psikologis, contohnya dengan keluar dari pekerjaan padahal kariernya mulai menanjak, memutuskan sebuah hubungan yang sehat demi mengejar hubungan yang neurotik, atau terlibat dalam aktivitas-aktivitas seksual yang cabul.

Horney (1950, hlm. 154) menyimpulkan pencarian neurotik terhadap keagungan dan pendukung-pendukung kebencian-pada-diri-sendiri ini sebagai berikut :

 Setelah mensurvei kebencian-pada-diri-sendiri dan daya-daya
 Penghancurannya, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain melihatnya
 Sebagai tragedi besar, bahkan mungkin tragedi terbesar dari jiwa manusia.
 Dalam upayanya menjangkau Yang Tak-Terbatas dan Absolut, manusia
 Menghancurkan dirinya sendiri. Tetapi ketika dia menjalin kesepakatan
 Dengan iblis yang menjanjikannya keagungan, maka dia harus pergi
 Ke neraka – yaitu neraka yang ada di dalam dirinya sendiri.


J.A.Y. HIKARI
Door Duisternis Tot Licht

Referensi : Feist and Feist, Theories of Personality, New York, McGraw Hill, 2006.